Cari Blog Ini

Selasa, Desember 17, 2013

[FF] My Fussy Friends (?) - 4

Main Cast

*      Park Leera


*      Byun Baekhyun


*      Oh Sehun


*      Shin Sekyung


Support Cast
Find it^^!

Length
Chaptered

Rating
PG-13

Genre
School-life, Friend-ship, Comedy, Romance

Summary
Dia, dia, dia, dan dia itu cerewet. Aku tak menyukai orang cerewet, terlebih lagi itu namja. Aku menyukai namja yang ramah dan sopan. Hutan, akan menjadi karma atas ucapanku itu.

Note
Hohoho~~~ udah chapter 4, rencananya sih ini sampe chapter 6 kalo gak 7. masih kurang banyak yang belum aku tulis. Udah ada ide, tapi meles nulisnya #biasa, author yang masi muda. Apa hubungannya coba??*dilempar bambu sama Chen#. Uyee~~~ saya Baekhyun shipper loh….. jadi saya ini termasuk polar light, kekeke. Tapi entah kenapa, aku gak suka cast Baekhyun, lebih suka sama Kai oppa~~ *plakkk.

Okai. Cekidot~~~~











“Ya!! Dimana Baekhyun dan Leera? Ini sudah gelap. Kenapa mereka belum juga kembali??!” tanya Kai ngotot.
“Kau ini!! Bisa tidak, tidak teriak – teriak?? Kau ini mengkhawatirkan Baekhyun atau Leera, eoh??” ucap Chanyeol ikutan ngotot.
“Ya! Do-Bi! Jangan ngomong macam – macam. Bukan begitu maksudku. Ini kan sudah gelap, apalagi kita ini sedang dihutan. Ntar kalo ada hewan buas yang memangsa mereka bagaimana?!” bentak Kai.
“Hey! Itu mereka bodoh!!” teriak D.O

Leera dan Baekhyun sudah kembali ke perkemahan. Tapi… Leera digendong oleh Baekhyun. Dan Leera meneggelamkan kepalanya dipunggung Baekhyun. Mengapa? Karna Leera menangis.

“Kalian darimana saja?! Kami sangat mengkhawatirkan kalian!!” teriak Sekyung.
“Pelankan suaramu nona Shin. Kurasa Leera lelah. Dia butuh istirahat.” Ucap Baekhyun lembut, langsung saja Baekhyun menuju ke tenda Leera. Dan menurunkannya disitu.

“Kau beristirahatlah yang cukup. Aku tak mau kau sakit chagi-ya” ucap Baekhyun lembut ditambah dengan ketulusannya mengucapkan kalimat itu.
Ne~ arasseo” jawab Leera.
Saranghae~” ucap Baekhyun seraya pergi dari tenda Leera.

Leera pun mengistirahatkan badannya. Dia mencoba untuk tidur, tapi dia tidak bisa tidur. Lelah karna mencoba tidur. Leera pun mengambil IPad yang berada didalam tas nya.

15 October 2012

Today, Baekhyun ask me to be his girlfriend. And I accept it.
And now, I’m is Baekhyun girlfriend, I’m happy and his happy too.
Me and Baekhyun, will happy forever.

Leera menuliskan itu pada note IPadnya. Lalu dia mematikan IPadnya dan menyembunyikannya di dalam tas. Mungkin dia takut ada yang membaca note nya tersebut.

++++++++++++++++++++++
“Aku lapar hyung! Aku mau makan!” keluh Chanyeol.
“Makan jajanan mu itu! Kau kan membawa banyak sekali jajanan, seperti mau berjualan di pasar!” ucap Suho.
“Aku bawa kimchi dan beberapa potong kimbab. Ada yang mau?” tawar Sekyung.
“Mau!!!!” ucap semua orang serempak.

Sekyung pun menuju ke tendanya dan mengambil kimchi dan beberapa kimbab yang ia buat bersama Leera.

“Leera, kau sudah bangun? Mau makan kimchi atau kimbab mungkin?” tanya Sekyung di dalam tenda.
“Tidak eon. Aku sedang tidak ingin makan. Gomawo~” ucap Leera.
“Okai. Kalau kau lapar. Keluar saja, mengerti?” ucap Sekyung.
Leera pun mengangguk – anggukan kepalanya.


“Ini !!!!!” teriak Sekyung sambil berjalan menghampiri namja – namja kelaparan itu.
“Huaa !!!!!!! Gomawo Sekyung-ah~” ucap semua namja kelaparan itu.

Kimchi nya enak. Apa kau yang membuatnya?” tanya D.O.
“Itu yang buat Leera. Aku hanya membuat kimbab saja” jawab Sekyung.
Yeoja itu ternyata bisa masak ya? Dan masakannya juga enak. Kukira dia tidak bisa memasak.” Cerocos Kai.
“Tentu saja dia bisa!” ucap Baekhyun.
“Kau sudah tau? Bagaimana kau bisa tau kalau dia bisa memasak? Apa kau memata – matainya?” tanya Sekyung.
“Tidak! Aku hanya berpikir semua yeoja bisa memasak.” Jawab Baekhyun.

“Ya! Aku ke tenda Leera dulu ya??? Aku akan memberikannya ini!” ucap Sehun seraya pergi dengan sepiring kimchi dan juga kimbab.
“Ya! Oh Sehun!!!!!” teriak Baekhyun.

Sehun pun berjalan ke tenda Leera, berhenti di depannya. Lalu mengetuk pintu tenda itu.

Nugu??” ucap Leera dari dalam tenda.
Oh Sehun imnida” balas suara di luar tenda.

Tahu itu Sehun. Leera langsung membuka sleretan tenda.

Wae-yo?” tanya Leera.
“Aku bawakan ini untukmu” jawab Sehun.
“Oh, gomawo” balas Leera singkat. Leera pun langsung memakan makanan yang di bawa oleh Oh Sehun itu.

Yang lain hanya melihat kejadian itu. Terutama Baekhyun, matanya panas melihat Sehun mendekati Leera. Mungkin ia bisa membalas Sehun dengan mengatakan pada semua orang kalau Leera adalah yeoja nya sekarang. Tapi itu ide gila. Bisa – bisa dia diamuk oleh Leera.

Aigo~ tadi aku tawari makan dia tidak mau. Giliran Oh Sehun yang memberikan, dia langsung memakannya. Dia benar – benar sudah dibutakan oleh namja itu” ucap Sekyung frontal.
“Maksudmu Leera menyukai Sehun, begitu?” tanya Chanyeol.
“Yah… bisa jadi” jawab Sekyung.
“Itu tidak mungkin” sambung Baekhyun.
“Tau dari mana? Jangan sok mutusi deh!” balas Sekyung.
“Tentu saja tau. Kau tau dari mana kalau Leera menyukai Sehun?? Malahan kau yang sok mutusi” jawab Baekhyun.
Hei! Jangan begitu pada seorang yeoja!” bentak Chanyeol

“Ya! Kau tidak tau bukan kalau Leera itu setiap hari SMS-an dan telponan dengan Sehun?? Dasar namja cerewet!” ucap Sekyung.
“Aku tidak peduli. Yang jelas Leera tidak menyukai Oh Sehun” ucap Baekhyun meremehkan ucapan Sekyung. Jelas saja diremehkan, Leera sudah menjadi yeojachingunya sekarang. Itu artinya, Leera menyukai Baekhyun, dan bukanlah Sehun. Lagi pula, tadi Leera juga berkata bahwa ia dan Sehun hanya berteman.

++++++++++++++++++++

Keesokan harinya…………

“Gila! Sumpeh panas banget! Berasa di gurun iki!” keluh Kai.
Mereka sudah mulai mencatat – catat tanaman di hutan itu. Sinar matahari yang begitu terik membuat keadaan seperti di gurun pasir. Tengah hari, memang bukan pilihat yang baik untuk melakukan tugas ini.

Gwenchanha??” tanya Baekhyun pada Leera. Wajah Leera memang sudah pucat, keringatnya pun juga sudah bercucuran.
Ne, nan gwenchanha. Tidak usah mengkhawatirkanku Baek. Aku baik – baik saja” ucap Leera penuh penekanan di akhir kata.
“Mau aku gendong?” tawar Baekhyun.
“Tidak usah, aku ini kuat Baek” ucap Leera.

Panas, capek, pegel, dan menyebalkan. Kata – kata itu selalu terucap dari mulut mereka. Tentu saja. Siapa yang tidak cepek, kepanasan, tangan nya pegel, dan berucap menyebalkan jika disuruh untuk mencatat semua jenis tanaman yang tumbuh di hutan + dilakukan pada tengah hari?? Aku saja ogah!

Beberapa jam kemudian…

“Sedikit lagi selesai! Fighting! Tinggal 3 tanaman lagi!” teriak Sekyung untuk menyemangati teman – temannya.

Mereka sudah mulai malas mencatat, sudah sore juga. Mereka juga menjadi takut karna sebentar lagi gelap.

Chanyeol dan Kai bahkan sudah berhenti menulis, mereka sudah terlalu lelah untuk menulis. Baekhyun juga menulisnya sudah tidak niat, membuat tulisannya seperti sandi rumput.

“Selesai!!!!!!!!! Huaaa!!!” teriak D.O.
“Ayo kita kembali ke perkemahan!” ajak Suho.

Mereka pun menurut, dan jalan mereka sudah gontai kecuali Baekhyun. Tentu saja, karna ada Leera yang menemaninya berjalan. Baekhyun jadi semangat, dan melupakan rasa lelah yang dirasakannya.

“Mau aku gendong?” tawar Baekhyun untuk kedua kalinya.
“Tidak Baek. Aku tau kau lelah. Mana mungkin kau kuat untuk menggendongku?” ucap Leera.
“Aku akan melakukan semuanya untuk yeojachingu ku” ucap Baekhyun.

Dan tidak sengaja, sepasang telinga mendengar percakapan mereka.


Malam harinya……

“Kita pulang malam ini saja. Siapa tau kita dapat nilai tambahan karna pulang lebih awal. Dan mendapat data lengkap” ajak Suho.
“Tapi ini terlalu melelahkan hyung. Kenapa tidak besok pagi saja?” tanya Sehun.
“Malam ini saja!” ucap Suho.

Dan malam itu juga, mereka kembali ke Seoul.


“Kau mau duduk disebelahku atau siapa?” tanya Baekhyun pada Leera.
“Sepertinya duduk di sebelahmu bukan ide yang buruk” jawab Leera.

Dan mereka pun duduk bersebelahan.
Disamping Leera, bertenggerlah sebuah badan, namja tentunya. Bukan Baekhyun, kalau Baekhyun sebelah kiri Leera, yang ini sebelah kanan Leera.

“Kai-ah? Kenapa kau duduk disini, eoh? Inikan buat Sekyung eonni!” ucap Leera pada Kai.
“Biarkan aku duduk disini nona Park. Aku ingin bertanya banyak hal tentang mu” ucap Kai.
“Apa yang ingin kau tau dariku, eoh? Minggir!!!” usir Leera pada Kai

“Aku ingin tau, hubunganmu dengan Baekhyun……..”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~TBC~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Note

Kkeutt~~~ hahaha. Kepo kagak lu pade??? Musti kagak. Udah taukan siapa dan siapa #apa maksudnye coba?#. untuk chapter ini Kai yang menjadi main cast, chapter 5 pun begitu. Tunggu aja deh… dadah *kecup Kai, muachh~~ *hoek,hoek.

[FF] Believe Me! - 3

Cast :
Park Hyura / OC
Kim Jong In / Kai EXO
Byun Baekhyun / Baekhyun EXO

Support Cast :
FIND IT BY YOUR SELF


DATE : 22.11.13

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Previous Part

   “ Sena, itu ada kucing di atas pohon ” ucap Hyura. “ Lalu ? ” tanya Sena. “ Aku akan mengambilnya ” ucap Hyura kemudian memberi buku itu ke Sena dan memanjat pohon.

   “ Kau tak perlu melakukannya Hyura-ah ” ucap Sena. “ Jika tidak begini kucing itu tak akan pernah turun ” ucap Hyura yang sudah di atas pohon. Ia perlahan mendekati kucing putih itu.

   “ Park Hyura ! Apa kau sudah gila ?! Bagaimana bisa kau mementingkan hewan bodoh itu dari pada dirimu ” ucap Sena dari bawah sembari mendongakkan kepalanya, untuk melihat aktifitas kawannya di atas pohon.

   “ Ini kucing putih yang manis, bukan hewan bodoh Sena. Aku tak bisa biarkan kucing cantik ini di atas pohon ” ucap Hyura yang sudah dekat dengan kucing putih itu.

   “ Bahkan kau memakai rok ! Jika kau pakai celana saja, aku akan memaklumi. Tapi ini rok selutut. Wey ! Apa otakmu tertinggal dirumah ” ucap Sena mulai berhenti menatap atas. Otot lehernya mulai lelah dan kaku.

   “ Apakah itu penting ? Otakku tak kemana-mana Sena-ah. Jangan khawatir. Dan lebih baik kau diam sebentar ” ucap Hyura kemudian melangkah 1 langkah ke depan. “ Ah, tak bisa di percaya ” ucap Sena.

   “ Kucing yang cantik, jangan takut. Aku akan membawamu turun. Tunggulah sebentar ” ucap Hyura pada kucing itu. Ia berjalan selangkah lagi ia akan mendapatkan kucing itu.

   “ Berapa lama lagi kau menurunkan ‘ kucing cantik ’mu itu ? ” tanya Sena. “ Sebentar lagi ” ucap Hyura. Ia melangkahkan kakinya ke suatu dahan dan mengambil kucing itu.

   Sayangnya, dahan itu rapuh dan patah. Dan Hyura terjatuh dari pohon bersama kucing yang ia peluk, ia melindungi kucing itu. Ia jatuh terduduk.


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


   “ Hyura ! Kau baik-baik saja ? Ku sudah duga ini akan terjadi ” ucap Sena. “ Sekarang pergilah kawan, maaf kau mendaratnya tidak bagus ” ucap Hyura pada kucing. Hyura masih terduduk, belum berpindah dari cara jatuhnya.

   “ Kau terjatuh dan masih mempedulikan kucing huh ?! Gila, ayo ku bantu berdiri ” ucap Sena sembari memberi tangan kanannya. Hyura berusaha untuk berdiri tapi kembali terduduk.

   “ Ku kira kau ingin ke kelas. Sebentar lagi istirahat akan selesai. Ayolah berdiri ” ucap Sena masih membantunya berdiri. Hyura akhirnya berdiri dan menahan rasa sakit yang teramat sangat di pergelangan kaki kanannya.

   “ Ah, hari ini ada pelajaran olah raga. Apa kau akan baik-baik saja ? ” tanya Sena. “ Ya, akan aku coba ” ucap Hyura sembari tersenyum. Ia berjalan seperti biasa seolah tak terjadi apa-apa.

   Sekarang adalah jam pelajaran Olahraga, Oh seonsaengnim tak mengizinkan Hyura untuk tak mengikuti pelajaran Olahraga. Hyura memijat pergelangan kaki kanannya, ia memejamkan mata dan menggigit bibir bawahnya.

   “ Hari ini penilaian lari estafet, kalian akan di bagian menjadi 4 kelompok. Mengerti ?! ” tanya Oh seonsaengnim. “ Ya ” ucap mereka serempak.

   Hyura berada di putaran ke 3. Putaran itu cukup jauh dan ia tetap tersenyum untuk menahan rasa sakit itu. Oh seonsaengnim meniup peluit dan Xiumin –kelompok Hyura- berlari dengan cepat menuju tempat Chanyeol, putaran ke 2.

   Hati Hyura berdetak sangat cepat. Stik itu sudah berada di tangan Chanyeol dan ia berlari menuju Hyura. Hyura membelakangkan tangan kirinya.

   Beberapa detik kemudian ia merasakan stik itu sudah tertempel di tangannya. Ia segera berlari. Ia menggigit bibir bawahnya tak ingin menyerah.

   Tapi, Hyura terjatuh di setengah jalan. Kai yang berada di putaran ke 4 membelalakan matanya dan ingin menghampiri Hyura. Hyura menahan rasa sakitnya dan berdiri, ia melanjutkan larinya.

   “ Maafkan aku, Kai ” ucap Hyura kemudian memberi stik itu pada Kai sembari tersenyum. Kai tampak khawatir dan berlari dengan cepat. “ Huh.. huh..huh.. huh.. Ahh, kakiku akan baik-baik saja. Ya, baik-baik saja. Iya’kan ? Baek ” ucap Hyura sembari berjalan menuju pinggir lapangan.

   Nafas Hyura tidak teratur dengan baik. Ia sangat kelelahan dan kesakitan. Ia berjalan menuju tempat start. Kai yang tadi mengebut segera menghampiri Hyura.

   “ Hyura-ah, apa kau baik-baik saja ? apa kakimu lecet ? ” tanya Kai khawatir. Hyura tak mempedulikan Kai dan duduk di bawah pohon. Kai juga duduk di samping Hyura.

   “ Apa kau marah padaku ? Aku minta maaf ” ucap Kai. Tidak sengaja Kai mengenai kaki kanan Hyura, otomatis kaki kanan Hyura bergerak. “ Ahhh, sudahlah pergi saja ” ucap Hyura masih kesakitan.

   “ Kau kenapa ? Paling tidak katakan bagian yang menyakitkan ” ucap Kai menatap Hyura. Hyura hanya memalingkan mukanya. “ Apa kakimu ? ” tanya Kai kemudian menyentuh pergelangan kaki kanan Hyura.

   Hyura menggigit bibir bawahnya dengan kuat. “ Ah, jadi sini yang sakit. Ayo ku antar ke UKS ” ucap Kai kemudian membopong Hyura. “ Kai ! Apa yang lakukan ? Turunkan aku, cepat ! ” titah Hyura.

   “ Oh seonsaengnim, aku minta izin untuk mengantar Hyura ke UKS, kurasa ia cedera karena tadi terjatuh ” ucap Kai. “ Benarkah ? Kenapa kau tak bilang jika kau cedera. Dan kenapa kau harus membopongnya Jong In ? ” tanya Oh seonsaengnim dengan nada menyelidik. Hyura hanya bisa menahan malunya.

   “ Eumm.. Eummm.. Mana mungkin aku membiarkan dia berjalan saat pergelangan kakinya sakit seonsaengnim ” ucap Kai kemudian pergi ke UKS.

   “ Kai, kau membuatku malu ” ucap Hyura. “ Kenapa malu ? ” tanya Kai. “ Kau membopongku di saat aku sadar. Jika aku pingsan itu wajar, aku maklumi ” ucap Hyura. “ Ya sudah, kau pura-pura pingsan. Gampangkan ” ucap Kai datar.

   Hyura menyentil dahi Kai dengan jarinya. “ Awwwww, sakit tau ” ucap Kai sembari tersenyum atau sedikit tertawa. “ Ah masa’ ? Sakitan mana sama berantem ? ” ucap Hyura. Kai hanya diam membisu.

   Setibanya di UKS, Kai menaruh Hyura di kasur. “ Kau kenapa Hyura-ah ? ” tanya petugas UKS. “ Tadi aku terjatuh dari pohon saat ingin menolong kucing. Dan tadi aku terjatuh lagi sewaktu lari estafet. Dan pergelangan kakiku sakit ” ucap Hyura.

   “ Jadi karena itu ?! Kenapa kau tak bilang ? ” ucap Kai. “ Kai-ssi, kau bisa melanjutkan pelajaran olahragamu ” ucap petugas UKS itu. “ Tidak, aku mau disini ” ucap Kai. “ Pergilah ! ” perintah Hyura. “ Baiklah ” Kai menuruti kata-kata Hyura.

   “ Apakah masih sangat sakit, tunggu apa tulangmu bergeser ? Ayo kita ke rumah sakit. Aku tidak yakin kau baik-baik saja ” ucap petugas itu. “ Ah, aku baik-baik saja. Mungkin hanya kesleo ” ucap Hyura.

   Petugas itu segera membawa Hyura ke rumah sakit terdekat. Setelah di tes, memang ada yang salah dengan pergelangan kaki kanannya. Ini bukan cedera yang serius, mungkin dengan perawatan cederanya akan membaik.

   Kaki Hyura terpaksa di gips dan memakai tongkat untuk membantunya berjalan. “ Sudah ku bilang, kau cedera. Untung saja tak serius. Jika kau terus berlatih berjalan kau bisa jalan seperti biasa lagi. Tiap minggu kau harus kemari untuk kontrol oke ? ” jelas petugas itu saat keluar dari rumah sakit. Hyura hanya mengangguk.

   Mereka pun kembali ke sekolah. Petugas UKS itu menemani Hyura kembali ke kelas. “ Maafkan aku Jang seonsaengnim. Hyura terlambat masuk karena dia sedang sakit ” ucap petugas UKS kemudian menyuruh Hyura masuk.

   Hyura memasukki kelas dengan menundukkan kepalanya. “ Hyura-ah, kau kenapa ? Silahkan duduk ” ucap Jang seonsaengnim sembari menunjuk bangku Hyura. “ Terima kasih, kau boleh pergi ” ucap Jang seonsaengnim pada petugas UKS.

   Hyura sedikit membungkuk dan berjalan menuju bangkunya di belakang. Kai yang duduk di dekatnya tertegun melihat Hyura berjalan dengan bantuan tongkat.

   Kai menatap Hyura dengan perasaan khawatir. Ia tak bisa konsentrasi dan terus melihat Hyura.

   Bell pulang berbunyi. Hyura berjalan sendirian melewati koridor panjang yang ia takuti itu. Ia menggenggam erat boneka kecil dari Baekhyun itu dan terus memikirkan Baekhyun.

   Ia mengingat muka Baekhyun tertawa, tersenyum, cemberut, dan lain-lain. Ia harap Baekhyun menggenggam tangannya..................... sekarang.

   Tiba-tiba ada seseorang yang menyentuh pundaknya untuk membantunya berjalan. Sungguh, demi apa pun Hyura menginginkan itu Baekhyun.

   Hyura tersenyum dan menoleh. Ia mendapati seorang Kai yang tersenyum sedang menyentuh pundaknya. Senyum yang tadi ia ukir perlahan memudar.

   Ia melepas kasar tangan Kai dari pundaknya. Berjalan cukup cepat untuk meninggalkan Kai.

   “ Hyura, biar aku bantu kau untuk berjalan ” ucap Kai menjajarkan tubuhnya dengan Hyura. “ Tidak ! Aku hanya merepotkanmu. Sudah, pergilah ! ” ucap Hyura tak menatap Kai.

   “ Hyura ! ” bentak Kai kemudian menarik tangan kanan Hyura. Tongkat Hyura dan boneka itu pun jatuh. Hyura pun juga ikut terjatuh mengambil boneka itu dan menaruhnya di dadanya.

   “ Ahh, maaf....... aku tak bermaksud ” ucap Kai. Hyura segera berdiri dan berjalan dengan kedua tongkatnya, meninggalkan Kai sendiri di lorong itu.

@Hyura’s Apartemen – 17.00 KST

   Hyura sudah sampai di Apartemennya sejak 1 jam yang lalu. Ia menatap kosong pada TV besar di depannya, bermuka datar. Duduk di atas sofa dan melipat kakinya.

   Ia menoleh ke kanan, ke arah dapur. Biasanya ia akan mendapati seorang Baekhyun tengah memasak untuk makan malam. Saat Hyura menoleh ke arahnya Baekhyun akan tersenyum padanya.

#FLASHBACK#

   Hyura sedang menonton acara komedi. Hyura tertawa terbahak-bahak dan Baekhyun hanya menggelengkan kepalanya sembari memotong bahan makanan.

   Hyura menitikkan air matanya dan menghapusnya. Ia kembali dengan muka biasa dan menoleh ke arah Baekhyun, melihat Baekhyun memotong sayuran.

   Baekhyun memandangi Hyura yang menatapnya, ia berhenti memotong sayuran dan tersenyum. “ Kenapa kau melihatku ? Aku tampan’kan ? Kau suka padaku ya ? ” goda Baekhyun. “ Euh ? Tidak, aku hanya mau bilang kau harus masak yang enak ya ” ucap Hyura kemudian menatap TV.

   Ia tertawa mengingat muka Baekhyun tadi. Baekhyun hanya tersenyum sembari menggelengkan kepalanya. Baekhyun kembali memotong sayuran

#FLASHBACK OFF#

   Itu Dulu, sebelum Baekhyun pergi.

   Ia kembali menatap TV. Air matanya bisa saja menetes saat itu. Hampir seluruh hidupnya ia bagi dengan Baekhyun. Tapi Baekhyun menghilang tiba-tiba. Ia merindukan segala hal tentang Baekhyun.

   “ Apakah...................... aku ............................... mencintainya ? sebagai seorang laki-laki ” ucap Hyura sendiri kemudian air matanya menetes. “ Apakah, aku mencintainya ? ” ucap Hyura lagi.

------------- 2 Days Later ------------

@Another side in Korea – 08.00 KST

   Tampak seorang pemuda sedang membeli tiket bus. Ia tersenyum setelah mendapatkan tiketnya. Kemudian ia berjalan menuju busnya, yang akan membawanya ke arah tujuannya.

   Byun Baekhyun duduk di dalam bus itu, menatap luar untuk menghibur dirinya yang bosan. Menunggu bus itu untuk berangkat. Ia membuka handphonenya dan menyalakannya. Sudah lama ia mematikan handphonenya, sejak ia pergi dari apartemen Hyura.

   Di layarnya terdapat 103 Missed Call dan 245 pesan. Missed Call dan Pesan itu di dominasi dari Hyura. Pesan dari Hyura kebanyakkan ‘ Baek ? Kau dimana ? ’, ‘ Pulanglah, aku membutuhkanmu ’, ‘ Baek, Kai orang jahat ! kau harus tahu itu ! ’. dan 1 pesan unik ‘ Senaaaaaaaa, besok prnya apa ya ? ’, ‘ Maaf Baek, salah kirim .-. ’

   Baekhyun hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Melihat Hyura seperti ini. Tiba-tiba, handphonenya berdering. Di layar tampak tulisan ‘ You have a video from Park Hyu Ra ’.

   Baekhyun membuka video itu dan melihat muka Hyura yang berantakan, rambutnya yang acak-acakan, matanya yang bengkak, tubuhnya yang kurus, dll.

   ‘ Baek ? Kau lihat aku ? Ini aku, Park Hyura. Aku hari ini membolos. Aku dalam ke adaan yang tak baik. Aku butuh kau. Bisakah kau ke apartemenku ? Sekarang. ’ ucap Hyura di video itu. Video itu hanya menampakan muka hingga perutnya.

   Handphonenya berdiring lagi. Di layarnya terdapat tulisan ‘ You have a call from Park Hyu Ra ’. Baekhyun mengangkatnya dan menaruhnya di telinganya.

   “ Baek ? Kau dimana ? ” tanya Hyura yang segera duduk, tadi ia sedang tiduran di kasur.

   “ ......... ”

   “ Baek, aku minta maaf. Kembalilah, kumohon ”

   “ ........... ”

   “ Baiklah, aku saat ini sedang di Apartemen. Aku sedang tidak sehat. Aku hanya bisa bilang itu ”

   Baekhyun memutuskan telepon kemudian tersenyum.

@Hyura’s Apartemen – 16.00 KST

   Bell Apartemen Hyura berbunyi. Hyura turun dari kasurnya dan berjalan dengan tongkatnya untuk membukakan pintu.

   Setelah membuka pintu, dilihatnya Sena tengah berdiri di depannya. “ Hyura, kenapa kau tak datang ke sekolah ? ” tanya Sena tiba-tiba. “ Tidak apa, aku hanya lelah ” ucap Hyura kemudian memberi Sena jalan.

   “ Ohya, aku datang bersama teman ” ucap Sena kemudian masuk. Hyura mendapati Kai juga berada disana. Hyura memutar bola matanya kemudian menyuruh Kai masuk. Setelah Kai masuk, ia menutup pintu apartemennya.

   “ Aku akan ke kamar. Kalian mau disini atau ikut ke kamar ? ” tanya Hyura. “ Aku ikut kau ” ucap Sena. Mereka pun masuk ke kamar Hyura. Kai juga ikut masuk.

   “ Ini pasti ranjang Baekhyun ? ” tanya Kai kemudian duduk diatas ranjang Baekhyun. “ Kai ! Cepat berdiri ! Jangan rusakkan peninggalan Baekhyun disini ! ” teriak Hyura.

   Dengan cepat Kai berdiri, merapikan lipatan-lipatan kasur yang ia buat. “ Maaf ” ucap Kai sembari menunjukkan senyum canggungnya.

   Hyura membaringkan tubuhnya ke kasurnya, menyembunyikan tubuhnya di balik selimut dan memunggungi Kai dan Sena. Sena yang melihat itu segera duduk di ranjang Hyura.

   “ Hyura, kau kenapa ? Apa yang bisa ku lakukan untukmu ? Jika bisa aku akan usahakan ” ucap Sena menepuk-nepuk pundak Hyura pelan. “ Benarkah ? ” tanya Hyura kemudian terduduk di atas kasur.

   “ Katakanlah, apa yang kau mau ? ” ucap Sena kemudian tersenyum. Kai yang tak bisa mengatakan apa-apa mulai mendengarkan Hyura.

   “ Kalau begitu, carikan aku Baekhyun ! ” ucap Hyura. Sena dan Kai saling menatap. Senyum Sena memudar perlahan. “ Ahhh, maksudku ”.

   “ Aku mau Baekhyun ! Carikan aku Baekhyun ! Kumohon ” rengek Hyura. Sena memeluknya, menepuk-nepuk pelan punggung Hyura. “ Carikan aku Baekhyun, aku butuh Baekhyun. Tolonglah, aku mohon ” tangis Hyura pun pecah.

   “ Bolehku tahu kenapa kau mau menolong kucing itu ? ” tanya Sena. “ Kucing binatang kesukaan Baekhyun ” jawab Hyura.

----------- NEXT DAY -----------

@Hyura’s Apartemen – 07.00 KST

   Hyura sudah bangun seperti biasa. Ia berjalan dengan kedua tongkatnya ke kamar mandi untuk mandi, dengan handuk basah. Kemudian memakai baju dan seragamnya.

   Ia berjalan menuju dapur. Ia masukkan 2 potong roti dan memanggangnya dengan toaster, ia juga membuat segelas susu. Kemudian roti itu berlonjak dari dalam toaster. Hyura mengambil roti panggang itu ke atas piring dan membawanya ke meja makan.

   2 potong roti panggang dan segelas susu. Itulah apa yang bisa ia makan untuk hari ini. Sebenarnya, di dalam kulkas terdapat makanan yang di masak Baekhyun sebelum pergi, untungnya makanan itu tahan lama. Tapi Hyura tak melihatnya.

   Sebenarnya dari 2 potong roti Hyura hanya memakan 1 gigitan. Selera makannya masih hilang. Susu putihnya hanya ia seruput sedikit.

   Tiba-tiba handphone’nya berbunyi. Di layarnya terdapat tulisan ‘ You have a message from Appa ’. Ia segera membuka pesannya.

   Hyura-a ? Ayah sudah mengirimkan uang untuk bulan ini. Ohya, Hyura. Ayah dan ibu akan ke luar negri untuk 1 minggu. Bagaimana dengan kabar Baekhyun ?

   Hyura membalas pesan itu kemudian memasukkan handphonenya ke saku jasnya. Ia mengambil tas gendongnya dan mengambil jaketnya.

   Ia berjalan menuju sekolahnya, ia tiba di sekolah pukul 07.18 dan sekolah masih sepi. Di kelasnya belum ada siapa-siapa. Ia terdiam melihat bangku depannya yang masih kosong.

   Ia mengambil boneka pemberian Baekhyun, ia memasang foto Baekhyun di belakang kepala boneka itu. Boneka berbentuk seperti monster. Ia masukkan lagi ke sakunya.

   Ia menulis sesuatu di kertas dan meninggalkannya di lokernya. Ia berjalan meninggalkan kelas dan sekolah.

   Ia berjalan menuju atm terdekat, ingin mengambil beberapa uangnya yang di transferkan oleh ayahnya. Setelah mendapatkan uangnya ia berjalan menuju stasiun kereta.

   Ia membeli tiketnya, tepat saat itu kereta datang. Tanpa lama ia berjalan memasukki kereta itu. Ya, dia membolos lagi.

   Kira-kira 15 menit kemudian kereta akan berangkat. Seorang pria berlari mengejar kereta yang berjalan masih dalam kecepatan yang bisa dibilang pelan. Alhasil pria berhasil memasukki kereta itu. Ia mencari tempat duduknya, ia duduk di samping Hyura.

   “ Hyura ? heuh... heuh... ” tanya pria yang duduk di sampingnya dengan nafas yang terengah-engah. Hyura yang awalnya menatap luar mulai beralih menatap pria itu. Ia masih berharap Baekhyun yang duduk di sampingnya.

   “ Ya ? ” Hyura menoleh ke pria itu. Hyura masih berharap Baekhyun yang duduk di sampingnya dan memanggil namanya. Tapi dugaannya salah, dia bukan Baekhyun. “ Kai ? ” tanya Hyura.

   “ Bagaimana bisa kau ke Gyeonggi sendirian ? ” ucap Kai. “ Aku baik-baik saja. Sudahlah, dan kenapa kau bisa kemari ? ” tanya Hyura. “ Paling tidak aku menemanimu,  aku membaca tulisanmu di lokermu ” jelas Kai.

-15 minutes before-

   Kai memasukki kelasnya yang masih sangat kosong, hanya bangku, meja, dan peralatan sekolahnya, tak ada tanda-tanda kehidupan disana. Ia berjalan perlahan menuju bangkunya, menatap bangku Hyura yang masih kosong.

   “ Aneh, apa di bolos lagi ? ” tanya Kai sendiri. Entah makanan apa yang membuat Kai datang sangat pagi, dari biasanya. Ia duduk di bangkunya Hyura setelah menaruh tasnya di bangkunya.

   Ia melihat seutas kertas di loker meja Hyura. “ Huh ? Apa ini ? ” tanya Kai kemudian membaca surat itu.

   Byun Baek, apa kau di Gyeonggi ? Kau, ya, kau yang membaca suratku. Aku izin tidak mengikuti pelajaran ya. Aku pergi, ke Gyeonggi.

   5 detik kemudian, Kai mengambil tasnya dan berlari keluar kelas dan sekolah. Ia berlari menuju stasiun kereta api. Menuruni tangga dengan kecepatan yang bisa di bilang cepat.

   Ia membeli tiket ke Gyeonggi untuk jam itu. Ia segera berlari menuju kereta. Ada setitik rasa putus asa saat kereta berjalan. Tapi untuk melindungi Hyura, ia buang rasa putus asa itu dan berlari lebih cepat mengejar kereta.

   Air keringat yang mengucur ia hiraukan dan hasilnya ia bisa memasukki kereta api itu juga. Kai duduk di samping Hyura dengan nafas yang terengah-engah. “ Hyura ? heuh.. heuh.. ” ucapnya.

#

   Setelah perjalanan yang sedikit menyebalkan bagi Hyura akhirnya berakhir. Mereka tiba di Gyeonggi. Seharusnya ia berterima kasih pada Kai yang berusaha keras melindunginya, tapi rasa berterima kasih dari Hyura terlalu susah di ungkapnya, setelah Kai berbohong.

   Mereka menaiki taksi dan menuju rumah Hyura yang bersebelahan dengan Baekhyun. Hampir 30 menit mereka tiba di depan halaman rumah Hyura. Ia menapakan kakinya di tanah berpasir itu.

   “ Jadi ini rumahmu ? ” tanya Kai. “ Begitulah, tapi bukan ini tujuanku ” ucap Hyura kemudian berjalan menuju rumah Baekhyun. Di depan rumahnya terdapat kotak surat bertuliskan ‘ Keluarga Byun ’, yang membuatnya adalah Hyura dan Baekhyun dulu.

   Hyura dan Kai berdiri di depan pintu rumah itu. Ia menekan bell rumah, dan seorang perempuan membukakan pintunya.

   “ Hyura ? Ya Tuhan, kau sudah besar sekarang. Ada apa dengan kakimu ? ” ucap perempuan itu, Ibunya Baekhyun yang tampak khawatir. “ Aku baik-baik saja, apakah Baekhyun disini ? ” tanya Hyura.

   “ Bukankah Baekhyun berada di Seoul denganmu ? Ohya, silahkan masuk. Tante sedang masak Jajangmyeon, kalian makanlah dulu ” ucap nyonya Byun pada mereka, menyuruh mereka masuk.

   Mereka duduk di meja makan yang terdapat 1 meja besar dan 4 bangku. Nyonya Byun menyuguhkan 2 mangkuk Jajangmyeon di depan Hyura dan Kai. “ Makanlah yang banyak ” ucap nyonya Byun.

   Hyura dan Kai memakan Jajangmyeon mereka. Rasanya sama persis dengan masakan Baekhyun. Ya, sangat persis.

   “ Hyura-a ? Ada apa dengan kakimu ? dan dimana Baekhyun ? ” tanya nyonya Byun. “ Heum ? Ah, aku terjatuh dari pohon. Eummmmmm,,, Baekhyun tak bisa datang karena........... karena..... ” ucap Hyura berpikir. “ Karena ? ” ucap nyonya Byun menunggu jawaban dari Hyura.

   “ Karena dia banyak tugas, nyonya ” ucap Kai angkat bicara. “ Ahhh, ya Baekhyun banyak tugas ” ucap Hyura. “ Oh, baiklah. Tolong sampaikan padanya jangan berusaha terlalu keras ” ucap nyonya Byun.

   Mereka selesai makan. Nyonya Byun menyuruh Hyura untuk mengambil sebuah album foto di kamar milik Baekhyun –dulu-. Ia memasukki kamar Baekhyun. Kamarnya bersih, rapi, dan tampak bukan kamar laki-laki yang pemalas. Hyura bodoh, itu karena Baekhyun ikut bersamanya ke Seoul.

   Di atas ranjangnya terdapat foto keluarga, ayahnya, ibunya, kakak lelakinya, dan dirinya yang tengah tersenyum. Di samping ranjangnya terdapat meja kecil yang terdapat sebingkai foto dan lampu meja. Foto itu adalah foto Baekhyun dan dirinya.

   Hyura tak boleh terlalu lama di dalam, ia mengambil album foto itu dan membukanya. Di dalamnya terdapat foto-foto mereka masa kecil. Ada satu tempat yang tampak familiar dimatanya, tapi ia lupa kejadian itu.

   Foto yang berlatarkan sebuah kolam besar dan hotel yang besar, mereka tengan bergandengan dan bibir mereka penuh dengan noda krim dari ice cream coklat, waktu itu mereka masih TK.

   “ Mungkinkah ? ” tanya Hyura kemudian berjalan menuju ruang makan. Ia terus mengingat kata-kata Baekhyun.

   Tersenyumlah. Kau tau aku dimana

   “ Tante, bisa kau beri tahu aku ini dimana ? ” ucap Hyura buru-buru. “ Ah, tenanglah dulu. Kau duduklah dulu ” ucap nyonya Byun. Hyura pun duduk.

   “ Ini waktu liburan, saat kau dan Baekhyun masih TK. Kita pergi ke Seoul bersama-sama. Kita menginap di sebuah hotel yang disana ada kolam besar yang penuh permainannya. Kalian bersemangat sekali bermain. Kau pura-pura tenggelam dan Baekhyun akan menyelamatkanmu. Hahaha, kalian benar-benar lucu ” ucap nyonya Byun.

   “ Tunggu, tadi tante bilang ini di Seoul ? Dimana ? ” tanya Hyura. “ Euuuu, di...... hotel... apa ya ? ” ucap nyonya Byun tampak berpikir. Muka Hyura tampak serius mendengar perkataan nyonya Byun yang menggantung.

   “ Hahahahaha... Hyura-a, jangan terlalu serius. Tante masih ingat kok. Itu di Grand Seoul Hotel ” ucap nyonya Byun. “ Euh ? Grand Seoul Hotel  ? Baiklah, kalau begitu kami pamit dulu ” ucap Hyura kemudian berdiri dari bangkunya.

   “ Bagaimana jika tante antar kalian ke stasiun kereta api ? ” tawar nyonya Byun. “ Baiklah, terima kasih ” ucap Hyura.

   Mereka di antar nyonya Byun ke stasiun kereta api. Mereka kembali ke Seoul lagi. Tapi, saat mereka tiba disana hari sudah gelap.

   “ Hyura, pulanglah. Ini sudah malam ” ucap Kai. “ Tidak, tidak ada waktu untuk santai ! Pulanglah jika kau mau ” ucap Hyura kemudian memasukki mobil taksi. Kai juga ikut memasuki taksi itu.

   “ Paman, tolong antar kami ke Grand Seoul Hotel ” ucap Hyura. “ Baiklah ” ucap supir taksi itu.

   Setibanya di Grand Seoul Hotel, mereka berjalan menuju meja resepsionis. Seorang perempuan dari balik meja resepsionis segera berdiri dan menyapa mereka.

   “ Selamat datang di Grand Seoul Hotel, ada yang bisa saya bantu ? ” tanya perempuan itu. “ Ya, apakah ada seorang bernama Baekhyun yang menginap di sini ? ”  tanya Hyura.

   “ Ya, ada. Tapi ada 39 orang bernama Baekhyun. Marganya ? ” tanya perempuan itu setelah mengecek komputernya. “ Huh ? 39 orang ? Euuu.. namanya Byun Baekhyun ” ucap Hyura.

    Ia menatap perempuan di balik meja resepsionis itu lekat. Mengabaikan air keringat yang berhasil turun dari dahinya menuju dagunya. Apa kakinya masih sakit ? Tentu, amat terangat sakit. Tapi ia kesampingkan rasa sakit itu, yang ada di pikirannya hanyalah BYUN.BAEK.HYUN.

   Perempuan itu menatap Hyura. “ Ada yang bernama Byun Baekhyun ” ucap perempuan itu. “ Benarkah ? ” tanya Hyura bahagia, ia tersenyum. “ Ya, tapi ada 5 orang. Dia di kamar lantai 7, 10, 18, 24, dan 30 ” ucap perempuan itu.

   Senyum Hyura memudar. “ 7, 10, 18, 24, dan 30 ? ” tanya Hyura. “ Ya ” ucap perempuan itu singkat. “ Terima kasih ” ucap Hyura kemudian pergi menjauhi meja resepsionis.

   Hyura hendak mendatangi kamar mereka. Tapi Kai menahan Hyura dengan menahan tangannya. Hyura menatap Kai dan Kai hanya menggelengkan kepalanya pelan. “ Jangan, apa lagi dengan keadaanmu yang seperti ini ” ucap Kai.

   Hyura menunduk kemudian menghadap depan. Ia melihat seorang yang familiar di depannya, tampak seperti Baekhyun, persis.

   “ Baekhyun ? Itukah kau ? ” tanya Hyura kemudian mendekatinya. “ Hyura ? ” tanya Kai kemudian mengikutinya.

   Hyura semakin jelas melihat pria itu. ‘ Ya, dia Byun Baekhyun ! ’ batin Hyura kemudian mendekatinya lagi.

   Hyura melayangkan tangan kanannya, menuju bahu Baekhyun.

.
.
.
.
.
   Tapi,


^TBC^


------------------------------------------------------------------------------------


Next Chapter~!


   “ Kau berhalusinasi ”

   “ Dia mencarimu meski keadaannya tidak baik ”

   “ Jadi ini peninggalan Baekhyun ? Untukku ? ”

   “ Aaaaaaaaaaaaaaaaaa~! Baekhyun !!!!!! ”

   “ Pergi dari apartemen ini, sekarang ! ”

[FF] Believe Me! - 2

Cast :
Park Hyura / OC
Kim Jong In / Kai EXO
Byun Baekhyun / Baekhyun EXO

Support Cast :
FIND IT BY YOUR SELF


DATE : 22.11.13

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Previous Part 

   “ Sejak kapan aku memakai 2 selimut ? ” tanya Hyura sendiri. Setahunya, ia dan Baekhyun masing-masing memakai 1 selimut. “ Jangan-jangan Baekhyun semalam tak memakai selimut untuk menghangatkanku ? ” ucap Hyura sendiri.

   Kepalanya kembali pusing, matanya juga sudah berat untuk di buka. Akhirnya ia tertidur di sofa sembari menonton TV.

Jam terus berputar, Baekhyun pun sudah tiba di Apartemen. Hyura pun terbangun dari mimpinya.

   “ Kau sudah pulang ? ” ucap Hyura. “ Ya, kau tidurlah. Eum ? Kenapa kau tidur di sofa ? ” ucap Baekhyun setelah melepas sepatunya.

   Baekhyun berpikir sebentar kemudian ia mendekati Hyura. “ Kenapa Baek ? ” tanya Hyura. Tiba-tiba Baekhyun membopong Hyura ke kamarnya. “ Ya ! Baekhyun ! Turunkan aku ! ” ucap Hyura.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


   Baekhyun menurunkan Hyura ke ranjangnya. “ Kau harusnya tidur disini ” ucap Baekhyun. “ Tapi aku ingin menonton TV ” ucap Hyura. Baekhyun keluar dan masuk membawa TV dan mencolokkan kabelnya ke stop contac. “ Sudah ” ucap Baekhyun. “ Terima kasih ” ucap Hyura.

   Baekhyun memasukki kamar mandi dan mengganti baju seragamnya dengan baju bebas dan celana jins. Ia duduk di kasurnya dan membaca bukunya. Hyura menonton TV dalam diam.

   Ruangan itu benar-benar sepi jika tak ada suara para pemain drama sedang berbicara. “ Baek, menurutmu Kai orangnya bagaimana ? Baik bukan ? ” tanya Hyura tiba-tiba.

   Baekhyun yang mendengar itu berhenti membaca dan menatap Hyura. Menunjukkan lebam di pipinya. “ Ya tuhan, bagaimana bisa kau dapat luka itu ? ” ucap Hyura ingin mendekatinya. “ Duduklah, aku akan mengobatinya nanti saja ” ucap Baekhyun.

   “ Eumm.. Lalu bagaimana dengan Kai ? Dia orang baik’kan ? ” tanya Hyura. “ Ya ” ucap Baekhyun kemudian berjuang meneguk air ludahnya dengan kesusahan untuk melanjutkan kata selanjutnya.

   ‘ mana mungkin aku mengatakan yang sejujurnya pada Hyura. Apa lagi di sedang sakit seperti ini. Dari gelagatnya, mungkin Hyura suka pada Kai ’ batin Baekhyun.

 “ Sangat baik ” ucap Baekhyun berbohong.

   “ Jika kau ada masalah dengannya, jangan anggap serius ya. Dia orang baik ” ucap Hyura. “ Ya, tapi jangan kau berikan seluruh hatimu pada seorang sejenis Kai ya ? ” ucap Baekhyun.

   “ Kenapa ? ” tanya Hyura. “ Lain kali kau akan tahu ” ucap Baekhyun tersenyum kemudian kembali membaca bukunya.

   “ Jangan percaya dengan perkataan Kai, Hyura. Dia tidak baik ” lirih Baekhyun.

   15 menit kemudian Hyura tertidur. Baekhyun yang masih terbangun menutup bukunya dan menaruhnya di laci dekat kasurnya. Ia mematikan televisi dan mematikan lampu.

   “ Selamat malam ” ucap Baekhyun kemudian berjalan menuju kasurnya dan tidur.

@Hyura and Baekhyun’s Room - 00.15 KST

   Hyura terbangun, ia ingin buang air kecil. Saat melewati ranjang Baekhyun, Hyura masih melihat luka Baekhyun.

   “ Kau bohong Baek ” ucap Hyura kemudian mengambil peralatan P3K. Ia mengobati luka Baekhyun selagi Baekhyun tertidur. “ Apa kau berkelahi ? ” tanya Hyura.

   “ Kau tak akan berkelahi bukan ? Kau tak pernah berkelahi meski ada orang yang mencaci makimu. Kau berjanji tak akan berkelahi ” ucap Hyura menahan tangis sembari memberi obat pada luka Baekhyun.

@07.00 KST

   Baekhyun terbangun dari tidurnya. Ia menyentuh pipinya, lukanya sudah tertutup dengan hansaplas. Ia hanya dapat tersenyum.

    “ Dasar, cengeng manis. Kau takut gelap, kau takut orang berkelahi, kau takut koridor panjang disekolah. Kau penakut huh ? Berusahalah untuk tetap denganku, Hyura. Aku mencintaimu ” ucap Baekhyun sembari tersenyum.


------------- AFTER 3 MONTHS -------------

   Hyura dan Kai semakin dekat. Baekhyun juga ‘cukup’ dekat dengan Kai. Tapi, Baekhyun jarang bersama Hyura lagi, karena ada Kai di dekatnya.

   Selain itu, Hyura juga dekat dengan Sena. Kai menyuruh Sena tutup mulut tentang perilakunya sebelum Hyura datang.

   Kai juga jarang bersama kawan lamanya. Mereka bertarung tanpa Kai, mereka selalu hampir kalah jika mereka tak menyadarkan diri mereka.

   Yoo seonsaengnim memasukki kelas saat jam ke delapan, pelajaran terakhir di hari sabtu. Choi saem yang sedang mengajarkan sosiologi segera berhenti menjelaskan dan memperbolehkan Yoo saem untuk berbicara.

   “ Hari ini ada jam tambahan sampai jam 8 malam untuk Park Hyura, Kim Jong In, Oh Sena, Zhang Yi Xing, Xi Luhan, Park Chanyeol, Oh Sehun dan Kim Min Seok. Kalian harus menerima jam tambahan pelajaran setiap hari sabtu, mengerti ? ” ucap Yoo seonsaengnim.

   “ Apa ? Seonsaengnim, aku perlu tidur ” ucap Kai protes. “ Tidur terus, kapan kau maju ? ” ucap Yoo seonsaengnim kemudian pergi.

   Bell pulang berbunyi, Baekhyun membereskan tasnya. “ Kau mau aku menunggumu karena jam tambahan ? ” tanya Baekhyun. “ Ahh, aku tak ingin merepotkanmu. Kau pulang saja dulu, dan saat aku pulang harus ada makanan yang enak. Mengerti ? ” tanya Hyura dengan nada suara yang imut.

   Kai yang mendengar itu hanya mengeluarkan smirknya dan menggelengkan kepalanya. Sehun yang di depannya membalikkan tubuh. “ Kai, kau ikut jam tambahan pelajaran ? Bukankah kita melawan Seoul Art High School besok sabtu ? Bagaimana ini ? ” ucap Sehun dengan nada lirih.

    “ Kita lihat saja, kita selamanya tak bisa menang. Sudah-sudah, aku ingin melanjutkan menonton drama ” ucap Kai kemudian menyangga kepalanya dengan tangan kiri. Sehun melihat arah tujuan mata Kai dan memutar bola matanya kemudian menghadap depan.

   “ Hahaha, baiklah nyonya ” ucap Baekhyun kemudian memunggungi Hyura siap untuk pulang. “ Baek ” ucap Hyura. Baekhyun membalik tubuhnya lagi. “ Hati-hati ya, Baek ” ucap Hyura. Baekhyun hanya tersenyum dan mengacak-acak rambut Hyura. “ Baiklah nyonya ” ucap Baekhyun.

   “ Sudah, pergilah ” ucap Hyura. “ Aku pulang ya, bye ” ucap Baekhyun kemudian berjalan keluar kelas. Kaki Hyura melangkah perlahan, akhirnya ia mengejar Baekhyun. “ Baek ! ” teriak Hyura menggema di koridor panjang.

   Baekhyun berhenti dan kembali membalik tubuhnya. “ Ya ! Kau tau ? Aku lelah membalik tubuhku ? Kenapa, Park Hyura ? ” tanya Baekhyun. “ Aku... takut pulang sendiri ” ucap Hyura. “ Apalagi jam 8 baru selesai ” lanjut Hyura.

   Baekhyun tersenyum dan membuka tasnya, ia memberi boneka kecil dari gantungan kunci. “ Pikirkan aku dengan ini ” ucap Baekhyun kemudian memberi boneka itu pada Hyura. Hyura menerimanya dan menatap boneka itu. Baekhyun mengacak-acak rambut Hyura. “ Jangan takut, mereka tidak akan menakutimu atau menyerangmu ” ucap Baekhyun kemudian pergi.

   Hyura menggenggam boneka itu kuat-kuat dan berjalan menuju kelasnya lagi. Ia menatap kosong kursi Baekhyun. “ Hyura, kau kenapa ? ” tanya Kai. “ Aku baik – baik saja kok ” ucap Hyura kemudian duduk di bangku.


-------- 2 Weeks Later ---------


   Hyura dan Kai sedang membaca bersama di bawah pohon. Baekhyun duduk menatap mereka di bangku dekat pohon itu. Sehun, Chanyeol, dan Luhan menghampiri mereka.

   “ Hyura, boleh pinjam Kai sebentar ? ” tanya Sehun. “ Ya, silahkan. Kalian tak perlu izin padaku dulu ” ucap Hyura. Chanyeol dan Sehun segera menarik Kai. “ Tunggu sebentar ya ” ucap Kai.

   Hyura menyadari Baekhyun di dekatnya dan menatapnya. Ia melambaikan tangan dan memanggil nama Baekhyun. “ Baek ! ” teriak Hyura sembari mengangkat tangannya.

   Baekhyun yang sadar itu segera membuang mukanya dan pergi. Hyura segera menurunkan tangannya perlahan.

   “ Kenapa ? ” tanya Luhan yang masih disana. “ Tidak apa ” ucap Hyura.

@Chanyeol, Sehun, and Kai’s place

   “ Kai, kami mohon padamu. Kau tau ? D.O HAMPIR turun tangan karena melihat Suho di tendang oleh SMA Hwashin bangsat itu ” ucap Chanyeol memojokkan Kai.

   “ D.O ? Hey ! Dia tak boleh ikut campur ! ” ucap Kai hampir marah, menatap Chanyeol dengan tatapan yang tak dapat di artikan dengan baik.

   “ Maka dari itu Kai ! Jika kau tak ingin membuat Kyung Soo itu untuk berkelahi, datanglah nanti malam ! Kita harus menghajar si Zico yang keterbelakangan mental itu ! ” ucap Sehun marah sembari mendorong Kai ke tembok dan menarik kerah bajunya.

   “ Baiklah, nanti malam. Di dekat toko S ! ” perintah Kai kemudian pergi. Kai membereskan baju seragamnya yang lusuh dan membenahi dasinya yang tak rapi. Ia kembali ke tempat Hyura berada.

@20.00 KST


   Hyura dan Sena pulang bersama sehabis jam tambahan. Mereka pulang pada pukul 8 Malam karena ada tambahan pelajaran. Perut mereka berbunyi dan memilih memakan segelas Ramyeon yang seperti popmi di Mini Market S.

   Mereka memakan mi mereka di depan mini market itu, disana ada meja dan kursi. Mereka memakan mi mereka tanpa banyak bicara. Yang terdengar hanya tarikan mi ke dalam mulut mereka.

   Di sela-sela makan mi, terdengar suara berisik di samping jalan, Suara motor. “ Sena-ah, kau dengar suara motor ? ” tanya Hyura. “ Ya, perasaanku tidak enak. Bagaimana jika kita ke dalam saja ? ” ucap Sena.

   “ Tunggu sebentar, jika hanya orang lewat bagaimana ? ” ucap Hyura. Sena menurut saja pada Hyura yang menatap jalan yang sepi itu.

   Tiba-tiba dari 2 sisi muncul 2 geng. “ Kalian sudah datang huh ? Ku kira kalian lari dengan nyali kalian ” ejek seorang pria pada kelompok di hadapannya. “ Kalian tau bukan? Tidak semudah itu kami lari ” ucap seorang pria membalas kelompok yang mengejeknya.

   “ Itu yang kau inginkan ? Sekarang kau sudah mendapatkannya. Ayo masuk. Kurasa mereka akan berkelahi ” ucap Sena menarik tangan Hyura. “ Ahh, baiklah ” ucap Hyura kemudian mereka memasukki Mini market itu.

1
.
.
2
.
.
3
.
.
   Mereka benar-benar berkelahi di jalan. Mereka memukul satu sama lain. Kelompok mereka imbang 11 – 11. Sena memoto kejadian itu, tak hanya 1 tapi lebih dari 10 foto.

   “ Sempat-sempatnya kau memoto orang yang sedang berkelahi ” ucap Hyura pada Sena. “ Hei, bukankah itu seragam sekolah kita ? Ahhh ! Itu Kai ! ” ucap Sena.

   “ Huh ?! Bagaimana bisa ? Kai itukan lelaki baik-baik ! ” ucap Hyura tak percaya. Sena memoto Kai yang sedang memukul seseorang. “ Kau tak percaya ? Coba lihat ini ! Ini Kai dan gengnya ” ucap Sena sembari menunjukkan foto Kai. Hyura melihatnya dan matanya berubah menjadi nanar.

   “ Kau benar, itu Kai ” ucap Hyura. “ Permisi, bukankah seharusnya kau melapor pada polisi ? ” lanjut Hyura pada penjaga kasir yang berlindung di bawah meja kasir. “ Euh ? Baiklah ” ucap penjaga kasir itu kemudian menelpon polisi.

   5 menit kemudian polisi datang dan mereka –yang berkelahi- berlarian kesana kemari. Kai yang melihat polisi itu segera menyuruh ‘ anak buah ’nya untuk lari.

   Kai berlari menuju dalam mini market yang di dalamnya ada Oh Sena dan Park Hyura. Kai yang melihat Hyura terkejut dan menunduk. “ Permisi, bolehkah aku ke gudang mini market ini ? Sebentar kok ” ucap Hyura. Penjaga kasir itu mengangguk.

   Hyura segera menarik tangan Kai dengan kuat. “ Ahhh.. tunggu sebentar ” ucap Kai kesakitan. “ Ah.. Permisi, aku juga membeli hansaplas, tissu, dan betadine (?) ini ya ” ucap Hyura. “ Baiklah ” ucap penjaga kasir itu.

   Hyura menarik tangan Kai dan membawanya ke gudang. Di sana terdapat 1 bangku. Hyura menyuruh Kai untuk duduk di bangku itu. Ia membasahi tissu itu dengan air dan mengobati luka Kai. Kai terus meringis kesakitan ketika obat itu menempel di lukanya.

   “ Kai ? Bibirmu kenapa lebam ? Kenapa di pipimu ada luka ? Apa kau berkelahi ? ” tanya Hyura. “ Aku ? Aku tadi hanya lewat dan tak sengaja di pukul orang itu. Mereka salah sasaran ” ucap Kai meyakinkan Hyura.

   “ Oh, baikah. Jadi mereka salah sasaran. Baiklah jika begitu ” ucap Hyura kemudian menempelkan potongan hansaplas yang kecil di pipi Kai. “ Kau percaya padaku ? ” tanya Kai.

   “ Ayo keluar, aku bilang akan menggunakan gudang ini sebentar ” ucap Hyura. “ Eoh ? Baiklah ” ucap Kai kemudian berdiri dan berjalan dengan pincang.

   “ Kau lama, ayo ” ucap Hyura kemudian menarik tangan Kai dengan kuat. “ Ahhh, sakit ” ucap Kai. “ Oh, maaf ” ucap Hyura kemudian melepas tangannya.

   Hyura dan Kai kembali ke tempat Sena berada. “ Sena-ah, bagaimana jika kita pulang sekarang ” ajak Hyura. “ Baiklah, sampai bertemu besok senin ” ucap Sena kemudian berjalan keluar supermarket itu.

   “ Kau juga pulanglah Kai, ini sudah lebih dari jam 9 ” ucap Hyura. “ Ku antar kau ke Apartemenmu dulu, baru aku pulang ” ucap Kai. “ Dengan kondisimu yang seperti ini ? Kurasa tidak ” ucap Hyura. “ Ayolah ” ucap Kai kemudian menggenggam tangan kanan Hyura.

   “ Terserahlah ” ucap Hyura kemudian berjalan meninggalkan mini market itu. Sebelum keluar ia membayar terlebih dahulu apa yang ia beli tadi. Selama perjalanan menuju Apartemen Hyura, mereka sama sekali tak membicarakan sesuatu. Mungkin berbicara hanya menambah buruk keadaan.

   Setibanya di depan pintu Apartemennya, Hyura segera masuk tanpa pamit pada Kai. Ia juga membanting pintu itu di hadapan Kai. Kai hanya bisa terdiam, ia tau ia salah.

   Suasana hati Hyura benar-benar kacau malam itu. Kai berbohong meski terang-terangan ada bukti. Hyura membanting pintu apartemen itu dan Baekhyun terlonjak terkejut dari dapur.

   Hyura melepas sepatunya dan menaruhnya di rak. “ Kau sudah pulang ? Kenapa lama sekali ? Ahhh, jam pelajaran tambahan ya ? Aku sedang memasak ...... ”. *BRAKK* Hyura memasukki kamar mereka dan kembali membanting pintunya.

   Hyura terduduk di kasurnya. Ia menunduk dan menangis dalam diam. Baekhyun yang melihat Hyura tampak aneh itu pun segera menghampirinya.

   “ Kau kenapa ? Apa kau menangis ? ” tanya Baekhyun. “ A..aku tak menangis ” ucap Hyura kemudian menghapus air matanya. Baekhyun duduk di samping Hyura dan meletakkan tangannya di pundak Hyura.

   “ Apa karena Kai ? Apa dia menyakitimu ? Apa dia mengusikmu ? ” tanya Baekhyun bertubi-tubi. “ Pergilah, aku ingin sendiri. Pergi ! Kalau perlu, pergi dari apartemen ini. Tidurlah di jalan atau apalah ! Aku tak peduli ” ucap Hyura dengan nada marah.

   “ Eoh ? Baiklah, aku akan membuat makan malam ” ucap Baekhyun kemudian berdiri dan berjalan meninggalkan Hyura. Setelah bayangan Baekhyun menghilang ia kembali menangis.

   Hampir 30 menit ia menangis, matanya semakin lelah untuk mengeluarkan air mata. Ia pun tertidur tanpa melepas seragamnya.

   Baekhyun membuka pintu kamar. “ Makan malam sia.............p. Tampaknya kau lelah huh ? ” ucap Baekhyun dengan nada menurun dan tersenyum. Baekhyun menutup pintu itu dan memakan 2 porsi jajangmyeon, masakan kesukaan Hyura.

------------- NEXT DAY -----------

   Pagi yang cerah di hari Minggu. Seperti biasa, alarm burung-burung berkicau sudah berbunyi. Mereka terus berusaha untuk membangunkan Hyura tanpa bayaran. Hyura pun mulai sadar perlahan. Ia meregangkan otot-ototnya yang kaku.

   “ Selamat pagi Baek.. Ini hari Minggu bukan ? Kau akan memasak apa ? ” ucap Hyura setelah terbangun dari tidur dan mimpi indahnya. Hyura terbangun dan mendapati ranjang di dekatnya kosong dan rapi. Pemilik ranjang itu –Baekhyun- tak ada disana.

   “ Baek ? Bukankah ini terlalu pagi untuk bangun ? Kaukan pemalas ” ejek Hyura kemudian bangkit dari kasurnya. Berjalan mendekati kamar mandi dan mengetuk pintu terlebih dahulu. “ Apa kau sedang mandi ? ” tanya Hyura.

   Tapi tak ada jawaban dari dalam. Ia bertekad untuk membuka pintu kamar mandi. “ Jawab aku ” ucap Hyura kemudian memunculkan wajahnya dari balik pintu. Tapi orang yang ia harapkan tak ada.

   Ia memautkan bibirnya dan kembali menutup pintu kamar mandi. Ia berjalan menuju dapur, tapi tak juga menemukkan Baekhyun.

   “ Apakah dia ke tempatnya Mrs. Hwang ? ” ucap Hyura mengingat tiap minggu pagi Baekhyun akan ke rumah Mrs. Hwang untuk membantu beres-beres rumah.

   Hyura berjalan menuju pintu Mrs. Hwang. Ia menekan bell apartemennya. Tampak seorang wanita paruh baya tengah membuka pintunya. Ya, ia adalah Mrs. Hwang.

   “ Hyura-ah ? Ada apa ? Kau menggantikan Baekhyun membantuku ? ” tanya Mrs. Hwang. “ Ahh, jadi dia belum datang ? Baiklah, maaf mengganggu Mrs. Hwang ” ucap Hyura kemudian kembali berjalan ke apartemennya.

   Hyura berjalan menuju kamarnya. Ia mengingat kata-katanya semalam pada Baekhyun,

   “ Pergilah, aku ingin sendiri. Pergi ! Kalau perlu pergi dari apartemen ini. Tidurlah di jalan atau apalah ! Aku tak peduli ”

   Hyura segera memeriksa laci Baekhyun. Ya, bahkan laci itu bersih tak meninggalkan sesuatu. Baju, Celana, semuanya dibawanya pergi.

   Ia menatap tak percaya pada kasur Baekhyun. Di temukannya sebuah kartu di atasnya. Hyura segera mengambil dan membacanya.

   To : Park Hyura

   Hyura, maaf jika aku mengganggumu selama ini. Aku ada urusan sebentar, mungkin aku akan kembali sekitar 1 bulan lagi. Tunggu aku, jangan cari aku ! Dan jangan merasa bersalah. Ini bukan salahmu, ini salahku. Selamat tinggal

   Ahh, kau belum makan’kan ? Ku buatkan kau makanan di dapur. Makanlah dengan baik dan benar.

Byun Baekhyun

   Hyura menatap kosong pada surat itu. Hyura terduduk di atas kasurnya Baekhyun. Setetes air mata Hyura jatuh.

   “ Baek ? Kau benar-benar pergi ? Kau benar-benar mendengarkan perkataan bodohku itu ? Aku mohon kembalilah ” tangis Hyura. Ia menangis sembari memeluk bantal milik Baekhyun. Bau bantalnya sama dengan bau shampoo Baekhyun.

   Ia berjalan menuju meja makan. Ia melihat 1 porsi jajangmyeon dan ........... sebuah memo. Ia segera mengambilnya dan membacanya.

   Hyura, kau menangis ? Jangan menangis cengeng manisku. Makanlah Jajangmyeon ini. Jajangmyeon ini sangat enak lho. Makan yang banyak ya !

   Selera makan Hyura hilang seketika. Meski Jajangmyeon itu adalah makanan kesukaan Hyura, mood makannya sudah hilang. Ia bertekad untuk mencari Baekhyun.

   Hyura kemudian mengambil jaketnya dan berjalan menuju pintu apartemennya. Di belakang pintu terpapang sebuah memo lagi. Tadi ia tak melihat karena ia sedang buru-buru.

   Ia cabut memo itu dari pintu dan membacanya.

   Hyura, kau akan kemana ? Sudah ku bilang aku akan kembali dalam waktu 1 bulan, 4 Minggu, 30 hari, 720 jam, 43.200 menit, 2.592.000 detik. Jika kau ingin mencariku, jika kau merindukanku, cari saja peninggalanku di apartemen ini. Jika kau merindukan aku. Lihat saja itu, rasa rindumu akan berkurang. Tersenyumlah. Kau tau aku dimana :)

   Hyura mengambil handphonenya dan menelpon Baekhyun. Hampir lebih dari 10 kali, jawaban tetap sama, ‘ nomor yang anda tuju tak dapat dihubungi ......... ’. Hyura mengirim pesan ke Baekhyun, berharap ia membacanya dan berubah pikiran. Namun jawaban tak kunjung datang, hingga besoknya.

   --------------- NEXT DAY ------------------

   Park seonsaengnim sedang mengajar sastra. Bangku di depan Hyura –bangku milik Baekhyun- kosong. Baekhyun sudah izin untuk tidak mengikuti pelajaran tadi pagi-pagi sekali. Hanya Yoo seonsaengnim yang tahu kenapa Baekhyun pergi.

   Hyura duduk di bangkunya sambil membungkukan badannya. Menyembunyikan mukanya dengan tangannya yang di lipat di atas meja. Semua perkataan Park seonsaenim tak ada yang masuk. Ia terus begitu sampai istirahat.

   Kai yang sedari tadi melihat Hyura yang tak semangat segera menghampirinya. “ Kau lesu, kenapa ? ” tanya Kai. Hyura berdiri kemudian menarik tangan Kai.

   Ia membawa Kai ke tempat mereka –Hyura dan Baekhyun- bersama, bangku dekat tempat pohon Hyura dengan Kai. Hyura berdiri di depan Kai yang terduduk di bangku.

   “ Kenapa Hyura ? ” tanya Kai. Hyura mengeluarkan selembar foto dari saku jas seragamnya. Ia menaruhnya di depan Kai. “ Itu salah sasaran huh ? Salah sasaran sampai kau ikut berkelahi ? ” ucap Hyura.

   Kai benar-benar terkejut dan tak bisa menjawab pertanyaan Hyura. “ Apa lagi alasan yang akan kau pakai ? ” tanya Hyura lalu pergi. “ Hyura ! Dengarkan aku dulu ! ” ucap Kai.

   Hyura menangis di bawah pohon yang cukup jauh dari Kai. Sena yang tak sengaja lewat berhenti dan duduk di samping Hyura. “ Sudah, jangan menangis ” ucap Sena.

   Dulu, saat Hyura menangis, Baekhyun akan menjadi tempat sandarannya. Tempat dimana bahu Baekhyun terbuka lebar untuk menampung air matanya. Tapi itu DULU.

   Hyura menghapus air matanya. “ Baiklah, aku akan berhenti menangis ” ucap Hyura sembari tersenyum. Sena tersenyum melihat temannya tersenyum.

   Mereka belajar di bawah pohon itu. Tapi ada suara-suara aneh dari pohon itu. Hyura melihat kanan kiri tapi tak ada sesuatu di sekitarnya. Ia menghiraukan dan kembali membaca buku yang di bawa Sena.

   Suara itu kembali berbunyi dan semakin jelas. Seperti suara...................................... kucing. Hyura melihat atas pohon dan melihat seekor kucing yang tersangkut di pohon dan tak bisa turun.

   “ Sena, itu ada kucing di atas pohon ” ucap Hyura. “ Lalu ? ” tanya Sena. “ Aku akan mengambilnya ” ucap Hyura kemudian memberi buku itu ke Sena dan memanjat pohon.

   “ Kau tak perlu melakukannya Hyura-ah ” ucap Sena. “ Jika tidak begini kucing itu tak akan pernah turun ” ucap Hyura yang sudah di atas pohon. Ia perlahan mendekati kucing putih itu.

   “ Park Hyura ! Apa kau sudah gila ?! Bagaimana bisa kau mementingkan hewan bodoh itu dari pada dirimu ” ucap Sena dari bawah sembari mendongakkan kepalanya, untuk melihat aktifitas kawannya di atas pohon.

   “ Ini kucing putih yang manis, bukan hewan bodoh Sena. Aku tak bisa biarkan kucing cantik ini di atas pohon ” ucap Hyura yang sudah dekat dengan kucing putih itu.

   “ Bahkan kau memakai rok ! Jika kau pakai celana saja, aku akan memaklumi. Tapi ini rok selutut. Wey ! Apa otakmu tertinggal dirumah ” ucap Sena mulai berhenti menatap atas. Otot lehernya mulai lelah dan kaku.

   “ Apakah itu penting ? Otakku tak kemana-mana Sena-ah. Jangan khawatir. Dan lebih baik kau diam sebentar ” ucap Hyura kemudian melangkah 1 langkah ke depan. “ Ah, tak bisa di percaya ” ucap Sena.

   “ Kucing yang cantik, jangan takut. Aku akan membawamu turun. Tunggulah sebentar ” ucap Hyura pada kucing itu. Ia berjalan selangkah lagi ia akan mendapatkan kucing itu.

   “ Berapa lama lagi kau menurunkan ‘ kucing cantik ’mu itu ? ” tanya Sena. “ Sebentar lagi ” ucap Hyura. Ia melangkahkan kakinya ke suatu dahan dan mengambil kucing itu.

   Sayangnya, dahan itu rapuh dan patah. Dan Hyura terjatuh dari pohon bersama kucing yang ia peluk, ia melindungi kucing itu. Ia jatuh terduduk.


^TBC^

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

NEXT CHAPTER


“ Benarkah ? Kenapa kau tak bilang jika kau cedera. Dan kenapa kau harus membopongnya Jong In ? ”

“ Ah masa’ ? Sakitan mana sama berantem ? ”

“ Huh.. huh..huh.. huh.. Ahh, kakiku akan baik-baik saja. Ya, baik-baik saja. Iya’kan ? Baek ”

“ Kalau begitu, carikan aku Baekhyun ! ”

[FF] Believe Me! - 1

Cast :
Park Hyura / OC
Kim Jong In / Kai EXO
Byun Baekhyun / Baekhyun EXO

Support Cast :
FIND IT BY YOUR SELF


DATE : 22.11.13


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~



   Matahari sudah tak sabar untuk memancarkan sinarnya, membangunkan orang-orang yang tertidur dengan cahayanya. Cahaya matahari memasuki ruang kamar seorang gadis melalui celah-celah gorden. Dengan bantuan burung-burung yang berkicau, pemilik kamar itu terbangun dari mimpinya.

   “ Ugh, selamat pagi. Bau pagi di Seoul sangat berbeda dengan Gyeonggi ” ucap gadis itu sembari merentangkan kedua tangannya, meregangkan otot-ototnya yang kaku.

   “ Park Hyura, kau harus mandi bukan ? Jangan sampai terlambat di hari pertamamu sekolah ” ucap Byun Baekhyun, sahabatnya sejak kecil. “ Baiklah,tapi tidak jika kau tetap berada di kasurmu ” ucap Hyura.

   “ Baiklah, aku akan memasakkan makanan untukmu ” ucap Baekhyun sembari bangkit dari kasurnya yang hanya berjarak 1 meter dari kasurnya. “ Memang kau bisa masak huh ? ” ucap Hyura juga bangkit dari kasurnya.

   “ Tentu bisa, awas saja jika kau makan masakanku dengan lahap ” ucap Baekhyun. “ Hahaha.. baiklah, aku akan mandi ” ucap Hyura. “ Ya ” jawab Baekhyun singkat dan keluar dari kamar mereka.

   Tunggu, Baekhyun dan Hyura satu kamar ? Ya, mereka satu kamar tetapi berbeda ranjang. Hyura dan Baekhyun sudah berteman dari kecil.

   Orang tua Hyura juga sudah mempercayai Baekhyun untuk menjaga Hyura. Bahkan orang tua Hyura juga menyuruh Baekhyun untuk sekolah di sekolah yang sama dengan Hyura.

   Hyura membasahi tubuhnya dengan percikan air dari shower. Membersihkan tubuhnya dengan sabun cair dan membuat busa.

   “ Hyura, makanan sudah siap ! Dan cepatlah, aku juga harus mandi ! ” teriak Baekhyun dari luar kamar. “ Baiklah, tunggu sebentar Baek ! ” ucap Hyura kemudian mematikan shower.

   Ia mengeringkan air yang tersisa di tubuhnya dengan handuknya dan memakai bajunya. “ Baek, masuklah. Aku sudah memakai baju ”  ucap Hyura dari dalam.

   Baekhyun membuka pintu kamar mandi perlahan. “ Baiklah, kau belum sikat gigi huh ? Kebiasaan ” ucap Baekhyun. “ Lagian kau belum mandi bukan ? Sikat dulu saja denganku ” ucap Hyura.

   Mereka menyikat gigi mereka masing-masing dan selesai. Hyura segera berjalan keluar kamar mandi dan mengambil baju seragamnya dan memakainya. “ Ahh, Seoul High School.. tunggu aku ” ucap Hyura kemudian keluar dari kamar menuju dapur.

   “ Eum.... apa ini ? Tumben ia tak membuat ramyeon. Ini nasi goreng bungkus omeletkan ? ” ucap Hyura kemudian duduk di bangkunya. “ Eummm... Ini enak, wah dia benar-benar pandai memasak ! ” ucap Hyura.

   “ Benarkan, kau akan ketagihan pada masakkanku ” ucap Baekhyun sembari menjulurkan lidahnya. “ Baekhyun ! Kapan kau selesai mandi huh ? cepat sekali ” ucap Hyura. “ Akukan cepat, tidak sepertimu..... lelet ” ledek Baekhyun.

   “ Apa ? Lelet ? Siapa yang membangunkanmu saat pagi hari huh ? Jika tidak ada aku mungkin kau akan bangun jam 12 siang ” balas Hyura. “ Sudahlah, habiskan makanmu. Ku ambilkan air putih dulu ” ucap Baekhyun yang sudah memakai seragam yang sama seperti Hyura. “ Ya, terima kasih Baek ” ucap Hyura.

   Selesai makan, Baekhyun dan Hyura berangkat bersama menuju sekolah. Jarak sekolah dan apartemennya tidak terlalu jauh, mereka pun berjalan ke sekolah.

   Setibanya di sekolah, mereka berjalan menuju ruang kepala sekolah. Di tas mereka sudah ada berkas-berkas yang di perlukan. Baekhyun dan Hyura duduk bersampingan dihadapan kepala sekolah.

   “ Jadi kalian dari Gyeonggi ? ” tanya kepala sekolah. “ Ya, kami dari Gyeonggi. Kami pikir sekolah di Seoul bisa menambah ilmu, karena di Seoul kurasa fasilitas sudah mencukupi dari pada Gyeonggi ” jelas Baekhyun.

   “ Nama kalian Byun Baekhyun dan Park Hyura ? Marga kalian berbeda, apa kalian saudara sepupu ? ” tanya Kepala sekolah sembari membaca berkas identitas diri. “ Bukan, kami tetanggaan. Kami berteman ” ucap Hyura.

“ Ahh, baiklah. Baiklah, ayo ku antar kalian ke kelas 2-1 kelas unggulan ” ucap kepala sekolah itu kemudian berdiri. Di ikuti dengan Hyura dan Baekhyun yang ikut berdiri.

   Mereka berjalan melewati koridor yang cukup panjang. Kelas mereka hampir terpelosok. “ Ku harap kalian mengingat jalan menuju kemari. Jadi, ini kelas kalian ” ucap Kepala sekolah berdiri di depan suatu pintu dengan bertuliskan ‘ 2-1 Class ’ di atasnya.

   Kepala Sekolah itu mengetuk pintu. “ Masuklah ” jawab guru di dalam. Kepala sekolah itu membuka dan melihat kedalam. “ Waaa, kalian belajarlah yang benar ya. Jangan terlalu banyak bercanda. Kalian kelas unggulan ” ucap Kepala sekolah. “ Ya, seonsaengnim ” ucap murid serempak. Kelas yang tadinya bisa di bilang cukup ramai menjadi diam seketika.

   “ Ahh, Kepala sekolah ? Ada yang bisa ku bantu ? ” tanya guru itu. “ Jae seonsaengnim, ada 2 murid baru yang akan masuk sini ” ucap Kepala sekolah. Beberapa murid berpikir siapa murid baru itu.

   “ Kalian berdua, masuklah ” perintah Kepala Sekolah. Baekhyun dan Hyura memasukki kelas bersama. “ Ini dia, mereka dari Gyeonggi. Saya permisi dulu ” pamit Kepala Sekolah kemudian berjalan keluar kelas.

   “ Saya Jae Yoon. Panggil saja Jae seonsaengnim saya mengajar sejarah. Silahkan perkenalkan kalian ” ucap Jae seonsaengnim. Baekhyun dan Hyura mengangguk dan menghadap teman-temannya.

   “ Hai, namaku Byun Baekhyun ” ucap Baekhyun. “ Dan aku Park Hyura ” ucap Hyura. “ Senang berkenalan dengan kalian ” ucap mereka kemudian membungkuk. “ Baiklah Baekhyun dan Hyura. Kalian boleh duduk di belakang sana ” ucap Jae seonsaengnim sembari menunjuk tempat kosong.

   Siswa dari kelas itu hanya 16, itu pun sudah di tambah Hyura dan Baekhyun. 13 laki-laki dan 3 perempuan. Apa kalian mau tahu siapa saja itu ? Mereka adalah Xi Luhan, Park Chan Yeol, Kim Jong In, Zhang Yi Xing, Byun Baek Hyun, Do Kyung Soo, Kim Min Seok, Wu Yi Fan, Kim Joon Myeon, Oh Se Hun, Huang Zi Tao, Kim Jong Dae, Lee Tae Min  dan untuk perempuan Park Hyura, Oh Se Na, dan Kim Yoo Jung. Sedikit bukan ? Kelas itu di dominasi oleh laki-laki, tidak heran jika kelas itu terkadang ramai. Meja di kelas itu satu-satu. Jadi satu meja, satu bangku, satu orang.

   Kim Jong In atau lebih sering di panggil Kai menggigit bibir bawahnya dan mengeluarkan smirk andalannya saat Hyura duduk di dekatnya. Baekhyun duduk di depan Hyura.

   Pelajaran berjalan terus. Kai menyangga kepalanya dengan tangan kirinya. Sesekali ia melirik Hyura yang serius belajar dan Kai tertawa kecil melihatnya.

   “ Kai, kau kenapa tertawa terus ? Apa kau sudah tahu bagaimana negara Korea terbentuk ? Apa saja peninggalan jaman Joseon ? ” ucap Jae seonsaengnim. “ Tidak, aku tidak tahu ” ucap Kai datar.

   “ Karena Kai, kalian dapat tugas. Tugas itu akan di kumpulkan minggu depan ” tegas Jae seonsaengnim. Mereka tidak protes, mereka sudah terbiasa terkena hukuman karena Kai. Tapi Kai tak merasa bersalah, karena  .........................

   “ Tugas kalian adalah tugas meringkas dan mencatat peninggalan jaman Joseon. Tugas ini tugas kelompok, tiap kelompok ada 2. Partner kalian sudah saya pilih ” ucap Jae seonsaengnim. “ Ahh, kenapa sudah di pilih ! ” lirih Hyura. Kai masih bisa mendengarnya dan menyeringai kecil.

   “ Luhan dengan Lay ( Yi Xing ), Kai ( Jong In ) dengan Hyura, Xiumin ( Min Seok ) dengan Taemin, Baekhyun dengan Chanyeol, Suho ( Joon Myeon ) dengan  Yoo Jung, Sehun dengan Sena, Chen ( Jong Dae ) dengan Tao, Kris ( Yi Fan ) dengan D.O ( Kyung Soo ). Saya tidak mau tau pokoknya minggu depan laporannya sudah selesai. Jika perlu kalian boleh ke museum ” ucap Jae seonsaengnim. Tak ada suara protes sama sekali, apa mereka patung ?

   “ Aish, aku dengan siapa ? Kai ? Siapa itu Kai ? Baru juga masuk sekolah sudah dapat tugas ” lirih Hyura. “ Baiklah, pelajaran saya akhiri di sini ” ucap Jae seonsaengnim.

   Kai berjalan menuju kursi Hyura. “ Kenalkan, aku Kai ” ucap Kai sembari menyodorkan tangan kanannya. “ Ah, jadi kau partnerku ? Aku Hyura ” ucap Hyura kemudian menjabat tangan Kai.

   “ Baiklah, kita kerjakan besok. Mengerti ? ” ucap Kai. “ Baiklah ” ucap Hyura mengerti.

   Bell pulang sekolah berdering. Kai bersama ke 6 temannya, berjalan menuju ‘ pangkalan ’nya. Kai di depan sendiri bak ketua kelompok. Mereka melewati koridor panjang itu dan beberapa orang memberi mereka jalan. Beberapa perempuan ada yang terdiam sembari melihat mereka dan ada yang berteriak tak jelas

   Sebenarnya mereka ini siapa ? Apa artis ? Lelaki tampan ? Memang, tapi mereka ........

   Kai berjalan sembari memasukkan tangannya ke saku celana. Tampak keren untuknya. Dan tak lupa smirk’nya yang membuat hati perempuan meleleh. Tapi, suka padanya mungkin akan membawa bencana.

   Pangkalan mereka tampak seperti gudang yang tak terawat. Di dalamnya ada beberapa tong biru, beberapa kursi, meja, dan ada sebuah kotak. Kai segera menepatkan diri dengan duduk di atas tong biru.

   Posisinya sudah nyaman dan ia mengangkat 1 kakinya ke atas. Ia mengambil sebungkus rokok dan korek api dari dalam tasnya. Ia mengambil sebatang rokok dan melemparkannya ke Kris. Kris dengan cepat menangkapnya.

   Ia menaruh rokok itu ke dalam mulutnya dan mematik api. Setelah apinya menyala, ia mulai menghirup dan menyebulkan asap ke udara. Kris juga melakukan hal yang sama dengan Kai. Ia melemparkan bungkus rokok itu ke D.O

   “ Hey ! Kenapa kau berikan rokok itu pada D.O ?! ” tanya Kai marah pada Kris. “ Ahh, maaf. Aku lupa ” ucap Kris sembari menunduk. “ Ya, tak apa ” ucap D.O . Tao meminta sebatang rokok, D.O pun melemparkan bungkus rokok itu ke Tao.

   “ Pematiknya ? ” tanya Tao setelah mendapat rokoknya. Kai menyebulkan asap dan menunjukkan korek api yang bergelantungan di dekatnya. Kai tak akan memberikan koreknya pada siapa pun.

   Luhan, Chanyeol, Lay, dan Sehun baru saja datang. Tao memberi bungkus rokok itu pada Lay. Lay menerimanya saja, dan menaruh sebatang rokok di mulutnya dan merokok.

   Luhan mengambil sebungkus rokok itu dan melakukan hal yang sama dengan Lay. Chanyeol dan Sehun pun turut mengambil rokok dan merokok.

   “ Sekarang anak kecil sudah berani merokok huh ? ” ucap Xiumin setelah mengebulkan asap. “ Kalian tak bisa melarangku ” ucap Sehun kemudian menghisapnya.

   D.O duduk di samping Suho yang asyik menghisap dan mengebulkan asapnya. “ D.O, lihat ini ” ucap Suho kemudian menghisap dan mengebulkan asap dan membuat lingkaran lingkaran yang semakin kecil. D.O hanya tersenyum kecil.

   D.O membuka jendela untuk fentilasi. “ Terima Kasih, D.O-ya ” ucap Suho. Mereka ber-10 pada merokok kecuali D.O . Kenapa ? Karena Kai melarangnya untuk merokok atau ikut berkelahi. D.O menurutnya terlalu polos dan Kai sangat menyayanginya. Kai tak ingin D.O ‘ rusak ’.

   “ Btw Kai, terima kasih atas tugasnya ” ucap Chanyeol setelah mengebulkan asap. “ Ya sama-sama ” ucap Kai kemudian menghisap rokoknya.

   “ Apa kau akan benar-benar mengerjakan tugas dari Jae Yoon itu ? ” tanya Luhan kemudian menghisap rokoknya. “ Hey, mana sopan santunmu ? ” tanya Sehun setelah membuang asap dari mulutnya. “ Sudah hilang di telan bumi ” ucap Luhan datar. Teman-temannya hanya tertawa.

   “ Bagaimana Kai ? Apa kita akan membalas Seoul Art High School ? ” ucap Tao setelah membuang asap dari mulutnya. “ Hahaha... Apa kalian benar-benar tak bisa melakukan apapun tanpaku ? ” ucap Kai percaya diri.

   “ Ya, itu benar Kai. Sewaktu aku melihat mereka berkelahi dengan Youngwan High School, mereka hampir kalah. Untung saja mereka menang. Kenapa kau perlu Remidi ? Dan kenapa hanya Kau ? ” ucap D.O . “ Hahaha, si bodoh Lee Soo Jung itu mungkin merindukanku ” ucap Kai.

   “ Dan tentu saja, Kau bagaikan Raja di sekolah ini. Dan kami hanya pangeran, siapa sih yang berani padamu di sekolahmu ini. Ahh, kecuali para guru-guru yang membosankan itu ” ucap Chen. “ Hahaha, apa hanya karena aku melawan si bajingan Yongguk itu kalian mendewai aku ? ahh, terima kasih ” ucap Kai.


-@FLASHBACK@-


Seoul – 22.00 KST


   Kai, Sehun, Luhan, Chanyeol, Lay, dan D.O bertemu dengan Yongguk, Zelo, Daehyun, Youngjae, Himchan, dan Jongup di sebuah jalan kecil. “ Kalian bisa lari. Aku bisa memberi kalian jalan ” ucap Himchan. “ Hahaha, ku rasa itu kata-kata yang cocok untuk kalian ” ucap Sehun.

   “ Bagaimana dengan Battle ? ” tawar Zelo. “ Battle ? Ayo ! Aku tantang kau Choi Jun Hong ! ” ucap Luhan kemudian maju. Zelo hendak maju tapi di tahan Yongguk.

   “ Bagaimana jika kalian melawanku saja ? Tapi, bukankah si NONA MANIS D.O disini ? ” ucap Yongguk menghina. Kai yang tak terima D.O di bilang ‘ nona manis ’ segera menghajar Yongguk.

   Tak ada yang boleh ikut campur. Kai terus memukul Yongguk dan Yongguk juga membalas pukulan Kai. Yongguk sedikit lengah dan Kai menendang Yongguk. Ia menendang perut Yongguk hingga Yongguk babak belur. Rusuk Yongguk bisa saja patah jika ia melanjutkannya. Yongguk adalah anak yang tak terkalahkan dengan mudah dan ia sangat pandai berkelahi.

   “ Rasakan itu ! Jangan pernah membangunkan macan yang tertidur ! ” ucap Kai kemudian meludahi Yongguk. Orang pertama yang meludahi Yongguk seumur hidup. Kai menyuruh kelompoknya untuk pergi. Kelompok Yongguk hanya diam mematung.

   “ Kai, kau terlalu keras ” ucap D.O. “ Tidak apa, dia yang cari gara-gara dulu kok ” ucap Kai kemudian tersenyum. Di bibirnya dan pipinya ada lebam. D.O segera memasangkan hansaplas itu pada Kai. “ Terima kasih D.O-ya ” ucap Kai kemudian mengacak-acak rambut D.O


-@FLASHBACK OFF@-


   Dalam satu hari rumor Kai mengalahkan Yongguk tersebar di sekolah. Semenjak itu, banyak orang yang mulai takut padanya dan apapun yang Kai katakan harus terlaksanakan. Jika ia bilang ‘ ya ’ semua harus terlaksana dan jika ‘ tidak ’ mereka harus benar-benar tidak melakukannya.


@Another side in Seoul – 18.00 KST


   Hyura berjalan berdampingan dengan Baekhyun. “ Baek, aku takut ” ucap Hyura saat ia melihat beberapa orang menendang seseorang. Baekhyun menggenggam tangan Hyura. “ Jangan takut, mereka tak akan menyerangmu ” ucap Baekhyun sembari tersenyum.

   “ Aku sangat benci kekerasan. Sangat, apalagi lelaki bergeng-geng tidak jelas, perokok, suka berkelahi.. aku membenci mereka ” ucap Hyura mengeratkan genggamannya.


-----------------  NEXT DAY -----------------


   Hyura dan Baekhyun datang pagi – pagi. Kelas masih bisa di bilang sepi. Hanya ada Hyura, Sena, Yoo Jung, Baekhyun, dan Taemin. 11 orang lainnya sudah di pastikan akan datang terlambat.

   Bel masuk berbunyi, dan Kai datang lebih cepat dari biasanya. Biasanya ia akan datang 30 menit kemudian sekarang ia hanya melewati 5 menit. Ia menaruh tas dan pantatnya ke kursi.

   Hyura serius belajar mendengarkan penjelasan Lee seonsaengnim yang sedang menjelaskan materi bangun datar. Materi itu ia dapat waktu kelas 2 SMP, tapi ingatan Hyura masih bagus. Ia dapat mengerti dengan cepat. Kai ? Tentu saja ia sudah lupa bidang bangun datar. Bisa-bisa ia keliru antara lingkaranan dengan oval.

   “ Hyura, nanti kita ke museum ya ? ” ucap Kai. Hyura tak menanggapinya dan terus menatap papan tulis. “ Hyura ! ” ucap Kai lagi. “ Apa ? ” tanya Hyura kemudian menengok ke Kai.

   “ Nanti, kita ke museum. Mengerti ? ” ucap Kai. “ Ya, baiklah ” ucap Hyura kemudian menatap ke papan tulis lagi.

   “ Hyura ! ” ucap Kai lagi. “ Apa lagi ?! ” tanya Hyura hampir marah. “ Kenapa kau begitu cantik ? ” tanya Kai. “ Hah ?! Kau gila ? ” ucap Hyura. “ Aku bercanda ” ucap Kai.

   Lee seonsaengnim menangkap Hyura dan Kai sedang berbincang-bincang. “ Kai ! Hyura ! Cepat keluar ! ” perintah Lee seonsaengnim. Kai dan Hyura kemudian menatap Lee seonsaengnim bersamaan. “ Cepat ! ” ucap Lee seonsaengnim.

   Kai dan Hyura berdiri dan berjalan menuju luar kelas. Mereka di hukum untuk berdiri sampai masuk jam ke 6, setelah istirahat.

   30 menit kemudian, Bell istirahat berbunyi. Hyura akan sangat malu dan ia memilih untuk menunduk. Kai menyentuh tangan Hyura dan berkata “ Jangan malu, kau bersama orang tampan ” ucap Kai. “ Hah ?! Maksudmu ? ” ucap Hyura sembari melepas tangan Kai.

   Beberapa orang berjalan sembari melewati mereka dan menatap mereka. Kai menatap mereka tajam, seperti ......... mengusir mereka. Orang yang menatap mereka segera pergi.

   Mereka segera masuk setelah bell masuk. Hyura sangat malu dan menundukkan kepalanya.

   “ Hyura, nanti sepulang sekolah ya ” ucap Hyura. “ Ya Kai. Iya ” ucap Hyura lelah. Bagaimana tidak, Kai memastikannya berlebihan hampir tiap menit ia memastikan Hyura akan ikut dengannya ke museum.

   Bell pulang sekolah berdering, Won saem sudah berjalan meninggalkan kelas. Baekhyun masih membereskan buku-buku di meja dan di laci. “ Baekhyun, aku akan ke museum dengan Kai. Mengerjakan tugas dari Jae seonsaengnim. Kau pulang dulu saja ” ucap Hyura.

   Baekhyun menatapnya dan tersenyum. “ Baiklah ” ucap Baekhyun kemudian memasukan bukunya lagi. Hyura hanya terdiam menatap Baekhyun yang masih membereskan buku.

   Setelah memasukan buku terakhir ke dalam tasnya, ia menatap Hyura. “ Aku pulang ” ucap Baekhyun kemudian mengacak – acak rambut Hyura dan memunggungi Hyura dan pergi.

   “ Ayo, kita kerjakan tugas Jae seonsaengnim ” ucap Kai. “ Eum... ayo ” ucap Hyura.

   Mereka menuju tempat parkir motor sekolah. “ Naik motor  ? ” tanya Hyura. “ Iyalah, masa’ jalan kaki ” ucap Kai. Hyura kemudian menaikki motor Kai.


   @JOSEON MUSEUM – 16.00 KST


   Hyura dan Kai berkeliling melihat-lihat. Setelah cukup melihat bagian dalam mereka beristirahat. Kai dan Hyura duduk di bawah pohon dan meminum beberapa minuman yang ia bawa.

   Hyura melihat seorang lelaki memukul lelaki lain, sepertinya mereka pelajar. “ Baek... Ah , Kai ” ucap Hyura kemudian bergeser mendekat pada Kai. “ Baek ? Baekhyun maksudmu ? Eumm.. Ya ? ” ucap Kai menatap Hyura.

   “ Aku takut ” ucap Hyura memeluk kakinya. “ Kenapa ? ” tanya Kai. “ Sebenarnya aku sangat membenci kekerasan, sangat membenci lelaki dari geng-geng’an, perokok, penjahat kecil ! ” ucap Hyura.

   Kai tertegun mendengar perkataan Hyura. Semua yang di katakan Hyura, semuanya sama dengan Kai. Itu berarti, Hyura membenci Kai.

   ‘ Apa ? Hyura membenci pria sepertiku ? Apa yang harus ku lakukan ? Apa aku harus melepas kebiasaan burukku ? Tidak ! Aku hanya akan cuti untuk sementara. Demi Hyura, cintaku, aku akan cuti dari kegiatan itu ’ batin Kai (alay).

   “ Tenang mereka tak akan mengganggumu.. Btw, kau tau aku siapa ? ” tanya Kai. “ Tahu ” ucap Hyura. Kai mendengar itu dan tak percaya.

   ‘ jadi, dia tahu aku pria seperti itu ? ’ batin Kai.

   “ Kau Kim Jong In atau lebih sering di panggil Kai’kan ? ” ucap Hyura polos. “ Yeah,, kau benar ” ucap Kai lega.

   “ Ayo bersahabat, kau orang baik’kan ? ” tanya Hyura. “ Eum, aku ingin menjadi sahabatmu. Ngomong-ngomong, kau tinggal dengan siapa di Seoul ? ” tanya Kai. “ Baekhyun, aku tinggal di Seoul dengan Baekhyun ” ucap Hyura.

   ‘ Apa ? Hyura tinggal dengan Baekhyun ? Apa mereka bertunangan ? ’ batin Kai.

   “ Hah ? Kau tinggal dengan Baekhyun ? Apa kau serius ? ” tanya Kai. “ Ya, kami sahabatan sejak kecil. Ayahku mengijinkan dia tinggal bersamaku ” ucap Hyura. Kai hanya mengangguk mengerti.

   Mereka melanjutkan mengerjakan tugas sampai pukul 6 malam. Cuaca tak bersahabat dan sialnya Kai memarkir motornya jauh dari lokasi.

   Mereka berpegangan tangan dan lari menembus hujan. Kai melirik Hyura sebentar. Hyura tersenyum, tersenyum bahagia. Tangan kirinya ia gunakkan untuk berpegangan tangan dengan Kai dan tangan kanannya untuk melindungi mukanya.

   “ Menyenangkan huh ? ” tanya Kai. “ Hahaha, ya sangat menyenangkan ” ucap Hyura sembari tersenyum. Senyum paling manis yang pernah di lihat Kai. Meski baru 2 hari, sudah seperti 2 bulan mereka berteman.

   Kai mengantar Hyura ke apartemennya. Menembus air hujan dengan kecepatan yang cukup tinggi. Bukan Kai terlalu bodoh ? Jika ia tergelincir, bagaimana ?. Tentu saja ada maksud ia mengendarai motor dengan kecepatan tinggi. Ya, biar Hyura memeluknya dari belakang. Hyura juga tak memakai jaket atau helm, ia kedinginan.

    “ Aku masuk dulu ya ” ucap Hyura saat tiba di depan gerbang apartemen. “ Ayolah, ku antar kau ke depan pintu apartemenmu ” ucap Kai. “ Tidak, cepatlah kau pulang ” ucap Hyura mengusir Kai. “ Baiklah, selamat bertemu besok di sekolah ” Kai kemudian menancapkan gasnya.

   Hyura berjalan menuju kamar apartemennya. Setelah memasukki apartemennya ia membuka sepatunya. Ia menuju pintu kamarnya, ia melihat Baekhyun sedang membaca buku di ranjangnya.

   “ Aku pulang ” ucap Hyura. “ Ya ampun, kenapa kau bisa basah ? Kau hujan-hujanan huh ? ” tanya Baekhyun kemudian berdiri. “ Eumm, aku lelah ” ucap Hyura. “ Mandilah dulu, ganti bajumu. Aku akan buat ramyeon ” ucap Baekhyun.

   Ya, ada benarnya juga sih. Jika ia tak mandi atau mengganti bajunya, ia bisa sakit. Hyura segera menuju kamar mandi dan mandi.

   Setelah mandi, ia memakai baju lengan panjang dan celana panjang. Udara sangat dingin dan ia segera menuju kasurnya, bersembunyi di balik selimut yang hangat.

   Baekhyun memasukki kamar mereka dengan membawa semangkuk ramyeon dan segelas coklat panas. “ Makanlah, biar hangat ” ucap Baekhyun. Hyura menggelengkan kepalanya lemah.

   “ Ayolah, biar kau sehat ” ucap Baekhyun bertingkah seolah ingin menyuapinya. Hyura hanya membuka mulutnya kecil. “ Oh, jadi kau ingin di suapin ? Ayo ” ucap Baekhyun kemudian memasukkan ramyeon itu ke dalam mulut Hyura.

   Akhirnya ramyeon itu habis, sekarang waktunya minum coklat panas. Terdapat sisaan di sudut bibir Hyura, Baekhyun segera membersihkan sisaan susu itu. “ Tidurlah, aku akan menyanyikan sebuah lagu ” ucap Baekhyun.

   “ Tidak perlu ” ucap Hyura. “ Suka atau tidak, aku akan tetap menyanyikan lagu untukmu ” ucap Baekhyun. Baekhyun menyanyikan lagu Onew – In Your Eyes ( OST 아름다운 그대에게 )

   Hyura lambat laun mulai menutup matanya dan tertidur. Baekhyun terus menyanyikan lagu itu meski Hyura sudah tertidur. Setelah lagu selesai, Baekhyun memasangkan Hyura selimut dengan cara yang benar.

   Ia tersenyum dan membawa mangkuk dan gelas itu ke dapur. Tak terasa sudah pukul 22.00 KST, ia masih mencuci mangkuk dan gelas itu di dapur.

   Ia kemudian berjalan menuju kamar mandi mereka. Air di lantai cukup banyak, ia mengepel lantai kamar mandi itu dan memeras seragam Hyura yang basah, rok Hyura yang basah, baju lengan pendeknya yang juga basah, dan dalemannya yang juga basah.

   ‘ tunggu, jika aku memeras dalemannya itu akan sangat kurang ajar, ku biarkan sajalah ’ batin Baekhyun.

   Hidup Baekhyun tidak jauh dari kata ‘ pembantu ’. Tapi, Baekhyun tak berpikiran seperti itu. Mungkin Hyura lelah dan lupa untuk memeras seragamnya yang sangat basah itu.

   Mereka hidup dengan sebuah peraturan di apartemen itu. Hyura mencuci baju dan bersih-bersih apartemen. Baekhyun memasak dan membersihkan dapur.

   Setelah itu, Baekhyun berjalan ke ranjangnya. Ia mengambil selimutnya dan menaruh selimutnya ke Hyura. Ia baik-baik saja tanpa selimut, selama Hyura baik-baik saja.


---------- NEXT DAY ---------


   Hari ini Hyura bangun siang dan badannya sangat panas. “ Baekhyun, bangunlah. Ini sudah siang, nanti kita telat ” ucap Hyura yang sudah duduk di ranjangnya. Baekhyun segera bangun dari mimpinya.

   “ Sejak kapan kau bangun siang ? Kau tak mandi ? ” tanya Baekhyun. “ Baiklah, aku akan mandi ” ucap Hyura segera berjalan ke kamar mandi. Hyura hampir terjatuh, tapi Baekhyun sudah menangkapnya.

   “ Hyura, apa kau baik-baik saja ? ” tanya Baekhyun segera menuntun Hyura duduk di ranjangnya –Baekhyun-, ranjang Baekhyun yang terdekat dengan mereka.

   “ Entahlah, sedari tadi aku pusing ” ucap Hyura sembari menyentuh keningnya. “ Boleh ku tes ? ” tanya Baekhyun. Hyura mengangguk lesu dan mata yang tertutup.

   Baekhyun menyentuh kepala Hyura dengan kedua tangannya dan mendekatkan kepalanya. Ia mengetes panas Hyura melalui keningnya. “ Kau ..... panas, demam ” ucap Baekhyun.

   “ Aku demam ? Jangan sampai. Aku harus belajar ” ucap Hyura segera berdiri. Tapi Baekhyun menahan Hyura, ia menuntun Hyura menuju ranjangnya sendiri.

   “ Tidak, beristirahatlah saat ini. Jika kau memaksakan badanmu, yang ada malah kau pingsan. Dan masa’ aku menggendongmu dari sekolah menuju apartemen ” ucap Baekhyun. “ Tapi Baek ”. “ Sudah, beristirahatlah dulu ”  ucap Baekhyun.

   “ Kau mau makan ? ” tanya Baekhyun tetap tenang sembari tersenyum. “ Ini sudah pukul 7.30 Baekhyun. Kau harus berangkat, nanti aku akan makan. Sekarang bersiap-siaplah ” ucap Hyura.

   “ Kau tidur dulu saja ” ucap Baekhyun. Hyura hanya tersenyum dan memejamkan matanya.  Baekhyun mengambil kain kecil dan membasahinya. Setelah itu ia menaruh kain basah itu ke kening Hyura. Hyura sudah terlelap dalam mimpinya.

   Baekhyun membuatkan cream soup untuk Hyura. Ia membuatnya dengan benar-benar.

   Apa Baekhyun tak terburu-buru ? Kenapa dia tampak santai saja. Dia terburu-buru, tapi dia berusaha tetap tenang untuk Hyura.

   Cream soup itu ia beri roti tawar panggang dan menaruhnya di meja dekat ranjang Hyura. Ia menatap Hyura cemas. Apakah ia pergi meninggalkan seseorang sendiri dan dia sedang tidak sehat.

   “ Baek ? Kau masih disini ? Hahaha, pergilah ” ucap Hyura. “ Heuk ? Baiklah ” ucap Baekhyun kemudian mandi dan berangkat.


@Seoul High School – 08.00 KST


   Yoo seonsaengnim –wali kelas 2-1 – mengabsen muridnya. Sampailah di nama Byun Baekhyun. Kursi Baekhyun dan Hyura kosong. Kai menatap kosong bangku Hyura.

   “ Dimana Byun Baekhyun ? ” tanya Yoo seonsaengnim. Dan tepat saat itu Baekhyun masuk kelas. “ Maaf Yoo seonsaengnim, bangun siang ” ucap Baekhyun menunduk. “ Baiklah, silahkan duduk ” ucap Yoo saem.

   Baekhyun duduk di bangkunya. Yoo seonsaengnim memanggil nama Hyura. “ Sakit ” ucap Baekhyun. “ Dia kenapa ? ” tanya Yoo seonsaengnim. “ Demam ” ucap Baekhyun.

   Pelajaran terus berlanjut tanpa Hyura. Kai terus melirik bangku kosong Hyura. Ia menjadi bosan, seperti tak ada semangat di dalam dirinya.

   Kai mengingat kata-kata Hyura kemarin

   “ Aku takut ” ucap Hyura memeluk kakinya.

   “ Kenapa ? ” tanyaku.

   “ Sebenarnya aku sangat membenci kekerasan, sangat membenci lelaki dari geng-geng’an, perokok, penjahat kecil ! ” ucap Hyura.

   Kai menemukan ide, untung saja Hyura tak masuk hari ini. Ia bisa melanjutkan idenya.

   Bell istirahat makan siang berbunyi. Di sekolah mereka ada Seoul High School’s Radio Time! . DJnya adalah Xiumin dan Eun Ji. Mereka memutar lagu-lagu request anak SHS itu.

   Kai bersama ke 9 temannya mendatangi tempat rekaman radio. Saat itu Eunji sedang memutar lagu ‘ J-Min – Stand Up ’. “ Xiumin-ah, aku mau mengucapkan sesuatu pada kalian semua. Boleh ? ” pinta Kai. “ Tentu saja silahkan ” ucap Xiumin kemudian pergi dari bangkunya.

   Setelah lagu itu selesai, Xiumin mulai mengecilkan suara lagu. “ Apakah ini berfungsi ? Test test ? Aaaaa.. Aaaaaa.. Apa kalian bisa mendengarku ? ” ucap Kai.


@Seoul High School’ Canteen


   Baekhyun mengambil jatah makan siangnya. Ia memakan tempat biasa ia dan Hyura duduk. Ia mendengar lagu J-Min – Stand Up yang di putar di kantin.


&BAEKHYUN’S POV&


   Suara lagu mengecil saat lagu berakhir, terdengar seorang lelaki yang sedang mengetes mic. Suaranya sangat familiar di telingaku, ya itu suaranya Kai.

   “ Apakah ini berfungsi ? Test test ? Aaaaa.. Aaaaaa.. Apa kalian bisa mendengarku ? ”

   Harus kuakui, tadinya kantin yang cukup ramai karena perbincangan banyak orang seperti pasar. Sekarang sepi, seperti pasar itu sudah bubar sejak lama.

   “ Ahh, ini berfungsi ya ? Kenalkan aku Kai, Kim Jong In dari kelas 2-1. Ada yang ingin ku katakan pada kalian. Mulai sekarang, beraktinglah seolah aku bukan orang jahat. Jangan beri tahu seorang wanita bernama Park Hyura jika aku seorang ‘ nappeun namja ’. Dan mulai sekarang aku cuti dari kegiatanku. Mengerti ? Jika kalian tetap mengatakannya, kalian akan tahu kosekuensi’nya. Dan, selamat mendengarkan lagu request’an ku. G-Dragon...... Coup D’e tat ”

   ‘ Apa... Kai. Apa kau menyukai Hyura. Dan kau adalah lelaki nakal ? Tipe lelaki yang dibenci Hyura ?! Oh Tuhan ’ batinku.

   Aku menyelesaikan makanku lumayan cepat dan membawa piring kosong itu ke bagian cuci piring. Biasanya aku dan Hyura kembali bersama seusai makan, melewati lorong yang ia takuti. Tapi, Hyura sakit. Di hari ke-3nya sekolah di Seoul.

   “ Baekhyun ! ” teriak seseorang memanggilku. Aku berhenti dan membalik tubuhku. Tampak seorang pria berlari ke arahku. Dari bentuk tubuhnya bisa ku tebak itu Kai. Ya, Kai.

   “ Kenapa Kai ? ” tanyaku kemudian memunggunginya dan berjalan. “ Kau dengar pemberitahuanku tadi ? ” tanyanya mengikuti langkahku.

   “ Yeah, apa yang kau minta ? ” tanyaku datar. Kai mendorongku  ke dinding lorong yang sepi. Ia menarik kerah bajuku.

   “ Yeah, aku tahu kau tinggal bersama Hyura’kan ? Aku tak bisa membiarkan seseorang menghancurkan rencanaku. Bisakah kau berakting saja ? Kau tau kosekuensinya’kan ? ” ucapnya mengancam. Aku menatapnya datar, kenapa aku harus takut saat seorang yang mengancamku seumuran denganku.

   “ Kenapa aku harus menjaga rahasia itu saat itu bisa membuat sahabatku itu sakit ? ” ucapku datar sembari memasukkan tanganku ke saku celana.

   “ Sebaiknya kau menjaga rahasia itu Byun Baekhyun ! Bisa saja aku mengirimmu kembali ke Gyeonggi ” ucap Kai lalu memukul pipi kananku.

   “ Ada lagi yang ingin kau katakan ? ” tanyaku datar. Sakit, tapi jika itu membuatnya menjauhi Hyura, aku akan melakukannya.

   “ Jika kau tetap memberi tahu Hyura. Aku akan membuatmu menyesali perbuatanmu ” ucap Kai kemudian berjalan pergi meninggalkanku.

   Ku sentuh sudut bibirku dengan jari jempolku. Ada setetes darah dan juga sudut mataku.

   Bell masuk menggema di telingaku, ku berjalan menuju kelasku. Menatap tajam Kai yang menyebalkan itu. Mengikuti pelajaran yang membosankan lagi.

   “ Apa yang dilakukan Hyura saat ini heum ? ” tanyaku sembari menyangga kepalaku dengan tangan Kananku.


&BAEKHYUN’S POV END&


&AUTHOR’S POV&


   @Hyura’s Apartemen -14.00 KST


   Hyura berjalan dengan gontai menuju ruang tengah, kepalanya masih pusing. Ia bosan berada di dalam kamar. Ia membawa selimutnya ke sofa depan tv.

   Ia tiduran di atas sofa, Ia menutupi dirinya dengan selimutnya dan kepalanya ia sangga dengan bantal. Untuk duduk saja kepalanya sudah pusing.

   Ia menonton drama untuk menghibur diri. Ia menarik selimutnya dan ia baru menyadari jika ia membawa 2 selimut.

   “ Sejak kapan aku memakai 2 selimut ? ” tanya Hyura sendiri. Setahunya, ia dan Baekhyun masing-masing memakai 1 selimut. “ Jangan-jangan Baekhyun semalam tak memakai selimut untuk menghangatkanku ? ” ucap Hyura sendiri.

   Kepalanya kembali pusing, matanya juga sudah berat untuk di buka. Akhirnya ia tertidur di sofa sembari menonton TV.

Jam terus berputar, Baekhyun pun sudah tiba di Apartemen. Hyura pun terbangun dari mimpinya.

   “ Kau sudah pulang ? ” ucap Hyura. “ Ya, kau tidurlah. Eum ? Kenapa kau tidur di sofa ? ” ucap Baekhyun setelah melepas sepatunya.

   Baekhyun berpikir sebentar kemudian ia mendekati Hyura. “ Kenapa Baek ? ” tanya Hyura. Tiba-tiba Baekhyun membopong Hyura ke kamarnya. “ Ya ! Baekhyun ! Turunkan aku ! ” ucap Hyura.


^TBC^


-------------------- NEXT CHAP ------------------


“ Baek, menurutmu Kai orangnya bagaimana ? Baik bukan ? ”.

“ Jangan percaya dengan perkataan Kai, Hyura. Dia tidak baik ”.

“ Jangan takut, mereka tidak akan menakutimu atau menyerangmu ”.

“ Kai ? Bibirmu kenapa lebam ? Kenapa di pipimu ada luka ? Apa kau berkelahi ? ”.

“ Pergilah, aku ingin sendiri. Pergi ! Kalau perlu pergi dari apartemen ini. Tidurlah di jalan atau apalah ! Aku tak peduli ”.